Mengungkap Fakta, Mengawal Aspirasi
RedaksiHubungi Kami

Proyek Pekerjaan Jalan dan Siring di UPT Balai Pengujian Mutu Pakan dan Makanan Ternak Kalteng Gagal Kontruksi, Ada Apa?

Kalteng, Faamnews – Baru seumur jagung, Beberapa proyek pekerjaan di Kalimantan tengah (Kalteng), pada tahun anggaran 2024 sudah banyak mengalami kerusakan. Hal tersebut terbukti saat media FAAMNews.com yang tergabung dalam satu tim melakukan peliputan (investigasi) pada proyek pekerjaan pembangunan Kandang Ayam, Siring dan juga jalan di UPT. Balai Pengujian Mutu Pakan, Perbibitan dan Hijauan Makanan Ternak (BPMPPHMT), berlokasi Jl. Tjilik Riwut, KM. 38, Kota Palangka Raya pada 16 Januari 2024 lalu.

Kurang matangnya perencanaan dan pengawasan teknis dari Dinas maupun konsultan ahli dalam pengerjaan tersebut diduga menjadi salah satu penyebab hingga terjadi kerusakan. Tidak hanya itu, banyak pelanggaran yang terjadi dalam pekerjaan itu diantaranya pemasangan papan proyek (Pelang Proyek), perlu diketahui, pentingnya pemasangan papan pelang proyek dalam suatu pekerjaan ialah sebagai informasi terkait proyek pembangunan, seperti lokasi, biaya, dan jadwal pelaksanaan. Papan pelang wajib dipasang untuk setiap proyek fisik yang didanai oleh anggaran negara.

HD (54), salah satu warga yang melintas di lokasi tersebut mengatakan bahwa proyek tersebut baru selesai dikerjakan, dirinya mengatakan bahwa pekerjaan pembikinan jalan, pembikinan siring, pembangunan kandang ayam dan bangunan lainya dikerjakan pada tahun 2024 lalu.

“Tahun 2024 kemarin mas semua baru selesai dikerjakan, kalau dari mana dan siapa yang mengerjakan saya kurang tau, saya di sini ikut kerja di sini, tapi tempat ini kalau tidak salah milik Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalimantan Tengah,”ungkapnya sambil terburu-buru.

Menyikapi fakta di lapangan, tim fokus kepada pekerjaan peningkatan jalan dan juga pembuata siring, terlihat jelas di lapangan Aspal jalan mengalami pecah dan terbelah karena diduga saat melakukan timbunan, dalam proses pemadatanya kurang maksimal sehingga badan jalan yang sudah diaspal mengalami gelombang (Tidak rata), badan jalan aspal tergenang air ,sehingga badan jalan yang sudah diaspal mengalami keretakan dan kerusakan hingga Terbelah.

Kemudian, Pondasi siring sebagai penyangga timbunan dan badan jalan mengalami keretakan dan pecah – pecah disebabkan karena kontruksi bawah pasangan batu tidak menggunakan kayu cerucuk. Padahal, gunanya cerucuk tidak lain adalah untuk memadatkan tanah sebagai lantai pasangan batu belah, penggunaan kayu cerucuk gunanya sebagai pemadat kontruksi tanah di bawh, sebaga lantai dasar penopang beban di atasnya, karena diduga tidak menggunakan kayu cerucuk sebagai kontruksi dasar , maka kontruksi dan pasangan batu di atasnya mengalami pergeseran dan mengakibatkan pecah.

Kesimpulan dari temuan di lapangan bahwa baik itu timbunan fisik bangunan (siring) dan juga badan jalan yang sudah diaspal mengalami kerusakan baik dipermukaan dan lain lainya, semua diakibatkan karena diduga perencanaan dan pengawasan dari dinas dan konsultan pengawas kurang maksimal, sehingga pekerjaan pembangunan jalan dan siring tersebut dapat dikatakan atau disimpulkan gagal kontruksi. Kontraktor pelaksana , konsultan pengawas, dan juga pengawas dari Dinas kurang maksimal dalam pengawasan, kegagalan kontruksi dan perencanaan sering terjadi dalam setiap pekerjaan fisik diakibatkan karena tidak melibatkan tenaga ahli teknis dari dinas terkait yang sudah mempunyai sertivikasi, seharusnya dari awal perencanaan dan pekerjaan fisik harus melibatkan pihak teknis dari Dinas yang membidangi dan bersertifikasi.

 

Perlu diketahuu, Lokasi dan areal pekerjaan ini kontruksi tanahnya merupakan kriteria jenis tanah gambut pedalaman yang ketebalan gambutnya bisa mencapai 18 meter. Namanya juga gambut pedalaman, maka dari itu saat ingin melakukan pekerjaan perencanaanya harus benar-benar matang, pengawasan juga harus maksimal dan juga melibatkan pihak ahli tanah gambut, hal itu perlu wajib dilakukan karena areal tanah gambut sangat rentan dengan pergeseran tanah atau kepadatan.

Sampai berita ini ditayangkan, media FAAMNews dan juga HMP.com akan terus mencari informasi terkait dari mana anggaran proyek tersebut dan berapa nilai pagu dari pekerjaan.(Luk/Eka).

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *