Mengungkap Fakta, Mengawal Aspirasi
RedaksiHubungi Kami

Dari Kenaikan PBB 250% ke Tuntutan Turunkan Bupati Sudewo: Pati Jadi Barometer Perlawanan Rakyat

Oplus_131072

Opini Oleh:Achmad ulinuha

Faamnews.comViral di media Sosial Aksi demonstrasi besar di Kabupaten Pati, Demo bermula dari kebijakan kontroversial pemerintah kabupaten Pati menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga 250% . Meski kebijakan tersebut akhirnya dibatalkan, kemarahan rakyat sudah terlanjur membuncah. Kekecewaan mendalam kini berubah menjadi tuntutan politik yang lebih keras: Bupati Pati Sudewo diminta turun atau diturunkan dari jabatannya.

Pembatalan kebijakan tak mampu meredakan suasana. Luka di hati rakyat sudah terlalu dalam, apalagi setelah muncul Video pernyataan menantang dari sang bupati yang dianggap meremehkan aspirasi warganya. Bagi masyarakat, persoalan ini sudah melampaui angka 250% atau urusan PBB, ini adalah soal harga diri dan kepercayaan yang telah terkoyak.

Pati kini menjadi barometer perlawanan rakyat di tingkat daerah bahkan bisa menasional. Gelombang unjuk rasa  besar hari ini ( 13 Agustus 2025) memperlihatkan bahwa demokrasi tidak berhenti pada bilik suara, tetapi hidup setiap hari melalui kontrol rakyat terhadap penguasa. Ketika suara rakyat diabaikan, mereka akan mengambil alih panggung politik secara langsung.

Fenomena ini menjadi peringatan keras bagi daerah lain: jangan pernah menganggap diamnya rakyat sebagai tanda setuju. Diam bisa berubah menjadi badai besar yang mengguncang kursi kekuasaan kapan saja. “Efek Pati” bisa menjalar ke wilayah lain yang pemimpinnya tak berpihak pada kepentingan publik.

Demonstrasi di Pati adalah pesan jelas kepada pemimpin yang telah dipilih oleh rakyat, rakyat adalah pemegang kedaulatan tertinggi. Sekali mereka bergerak serentak, kekuasaan tidak punya pilihan selain mendengar… atau tergilas.++

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *