KOTA MALANG — faamnews.com – Upaya memperkuat stabilitas Harkamtibmas, Polresta Malang Kota terus memupuk silaturahmi dan diskusi dengan dengan berbagai elemen organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan (OKP) di Kota Malang.
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana, dan dihadiri sekitar 50 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari perwakilan organisasi masyarakat (Ormas), mahasiswa, hingga komunitas supporter ngopi bareng di pojok media menjadi ruang dialog terbuka saling menyerap aspirasi pada Senin sore (06/04/2026).
Dalam sambutannya, Kapolresta Malang Kota menegaskan bahwa forum silaturahmi tersebut sebagai wadah terbuka untuk membangun komunikasi dua arah.
“Kegiatan ini murni silaturahmi dan diskusi. Kami ingin mendengar langsung masukan dari rekan-rekan semua terkait dinamika yang terjadi saat ini maupun ke depan,” ujar Kombes Pol Putu Kholis.
Ia juga menyoroti pentingnya kewaspadaan dampak dari isu global, seperti konflik di Timur Tengah, yang berpotensi memengaruhi stabilitas nasional hingga tingkat daerah, maka dengan sinergi dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga kondusivitas Kota Malang.
Diskusi berbagai isu juga diangkat salah satunya dari Perwakilan mahasiswa menyampaikan dilema yang dihadapi aktivis dalam menyikapi isu “tahanan politik”.
Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Lolataru Fondation, Delpedro Marhaen, menekankan pentingnya proses hukum sebagai dasar objektivitas, yang terpenting adalah memastikan proses peradilan berjalan, sehingga dapat ditentukan apakah seseorang benar melakukan tindak pidana atau tidak.
Delpedro juga menegaskan pentingnya keberanian dalam menyampaikan aspirasi selama berada dalam koridor hukum sekaligus menjawab kekhawatiran terkait intimidasi terhadap masyarakat yang menyuarakan kritik.
“Selama yang disampaikan benar dan untuk kepentingan publik, jangan takut. Yang perlu dibenahi adalah bagaimana pihak yang dikritik merespons kritik tersebut secara bijak,” tegasnya.
Sementara isu yang lain terkait keamanan pertandingan sepak bola juga menjadi perhatian. Perwakilan suporter Aremania berharap pertandingan kandang tetap digelar demi meningkatkan semangat tim, namun di sisi lain, aktivis mengingatkan potensi risiko keselamatan yang perlu diantisipasi secara matang.
Masih di Pojok Media, Pengamat kepolisian, Bambang Rukminto yang turut hadirr, menambahkan bahwa forum seperti ini merupakan bentuk “tabayyun” atau klarifikasi lintas elemen, untuk meredam kesalahpahaman dan memperkuat kepercayaan publik.
Peran Ormas dan Kolaborasi Lintas Elemen yang hadir menegaskan dengan komitmen bersama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat memperkuat komunikasi dan mencegah potensi konflik di Kota Malang.
Menutup kegiatan, seluruh peserta sepakat bahwa komunikasi terbuka, kolaborasi, dan saling menghargai perbedaan menjadi fondasi utama dalam menjaga kondusivitas Kota Malang.
Sebagai Institusi kepolisian, Polresta Malang Kota akan terus membangun soliditas, menjaga stabilitas wilayah bersama institusi terkait, elemen masyarakat, Ormas hingga Akademisi.







