MOJOKERTO, Faamnews.com – Di tengah derasnya arus informasi dan pesatnya perkembangan teknologi digital, Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI) menandai perjalanan dua tahunnya dengan penuh rasa syukur dan optimisme melalui peringatan Anniversary Ke-2 MSRI yang digelar di Villa Pacet, Kabupaten Mojokerto, Sabtu-Minggu (4-5 Juli 2026).
Mengusung tema “Meneguhkan Integritas Pers di Era Dinamika Informasi: Refleksi Dua Tahun MSRI”, peringatan hari jadi ini tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi dan peneguhan komitmen seluruh insan pers MSRI untuk terus menjaga marwah jurnalistik, menjunjung tinggi etika profesi, serta menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan mewarnai rangkaian kegiatan yang dihadiri jajaran pimpinan media online dan media cetak, tokoh masyarakat, perwakilan lembaga swadaya masyarakat (LSM), organisasi kemasyarakatan (ormas), serta mitra dan sahabat MSRI dari berbagai daerah.
Rangkaian acara diawali dengan doa bersama, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars MSRI yang menggema penuh semangat sebagai simbol persatuan, loyalitas, dan pengabdian seluruh insan pers dalam mengemban tugas jurnalistik demi kepentingan rakyat dan bangsa.
Peringatan Anniversary Ke-2 MSRI juga semakin semarak dengan penampilan kesenian tradisional Lembuh Gumarang dari Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, yang dipimpin oleh Eko. Penampilan seni tradisi yang sarat nilai budaya, semangat kebersamaan, dan kearifan lokal tersebut berhasil memukau seluruh peserta dan tamu undangan yang hadir.
Kehadiran Lembuh Gumarang tidak hanya menjadi hiburan dalam peringatan hari jadi ke-2 MSRI, tetapi juga menjadi simbol komitmen bersama untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya Nusantara di tengah derasnya arus modernisasi dan dinamika informasi. Penampilan tersebut mendapat apresiasi dan sambutan hangat dari seluruh keluarga besar MSRI dan para tamu undangan.
Momentum ini sekaligus menegaskan bahwa pers tidak hanya memiliki fungsi menyampaikan informasi kepada publik, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mengangkat, memperkenalkan, dan melestarikan seni budaya bangsa sebagai bagian dari identitas dan kekayaan Indonesia.
Dalam sambutannya, Direktur Utama sekaligus Pemimpin Redaksi MSRI, Slamet Pramono, yang akrab disapa Cak Bram, menegaskan bahwa integritas merupakan fondasi utama dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Menurutnya, terdapat lima pilar yang harus menjadi pedoman bagi setiap wartawan MSRI, yakni:
1. Menjunjung tinggi kejujuran dalam setiap pemberitaan;
2. Mengedepankan objektivitas dan keberimbangan informasi;
3. Profesional dalam menjalankan tugas dan fungsi kemediaan;
4. Taat dan patuh terhadap Kode Etik Jurnalistik;
5. Membangun serta menjaga kepercayaan publik terhadap MSRI.
“Lima prinsip inilah yang akan menjaga marwah profesi kita. Wartawan bukan sekadar pencari berita, tetapi juga penyambung lidah masyarakat dan penjaga kepentingan publik,” ujar Cak Bram.
Momentum anniversary tersebut juga mendapat apresiasi dari Dewan Penasihat Hukum MSRI, Edi Sumarno, S.H., M.M., atau yang akrab disapa Mbah Ganthol. Ia menilai perjalanan dua tahun MSRI merupakan bukti nyata dari semangat, dedikasi, dan kerja keras seluruh keluarga besar MSRI dalam membangun media yang konsisten memperjuangkan aspirasi masyarakat.
“Kesuksesan tidak datang dengan sendirinya. Kesuksesan harus diawali dengan niat yang baik, diperjuangkan dengan sungguh-sungguh, dan dijaga dengan penuh tanggung jawab,” tuturnya.
Mbah Ganthol juga menegaskan bahwa kehadiran MSRI memiliki peran penting sebagai ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan memperjuangkan keadilan.
“MSRI adalah penyambung suara rakyat. Dari suara yang semula nyaris tak terdengar, menjadi jelas dan menggema. Media ini hadir sebagai jembatan antara rakyat dan para pemangku kebijakan,” katanya.
Dengan penuh semangat, ia kembali mengingatkan pentingnya sinergi antara kekuatan pena dan penegakan hukum.
“Ketika pena dan pasal berjalan seiring, maka ketidakadilan akan gentar. Ketika MSRI tetap presisi, profesional, dan berintegritas, maka kepercayaan publik akan semakin kuat,” tegasnya.
Sementara itu, Penasihat MSRI, Roetan Setiawan, S.T., M.Si., yang akrab disapa Cak Goerih, mengajak seluruh keluarga besar MSRI untuk senantiasa melibatkan Tuhan dalam setiap langkah perjuangan.
“Segala sesuatu harus diawali dengan doa dan diakhiri dengan doa. Dengan memohon ridha Tuhan Yang Maha Esa, Insyaallah perjalanan MSRI ke depan akan senantiasa diberi keselamatan, kelancaran, dan keberkahan,” ujarnya.
Apresiasi dan Harapan dari Insan Pers
Momentum Anniversary Ke-2 MSRI juga mendapat sambutan hangat dari sejumlah insan pers yang hadir. Mereka menilai perjalanan dua tahun MSRI merupakan bukti bahwa media yang dibangun dengan semangat kebersamaan, integritas, dan keberanian dalam menyuarakan kepentingan rakyat akan terus tumbuh dan mendapat tempat di hati masyarakat.
Salah seorang pimpinan media online yang hadir menyampaikan apresiasinya terhadap perkembangan MSRI yang dinilai semakin matang dalam menjalankan fungsi jurnalistik.
“Di usia yang masih muda, MSRI telah menunjukkan eksistensinya sebagai media yang konsisten menjaga independensi dan keberpihakan kepada kepentingan masyarakat. Semoga ke depan MSRI semakin besar dan menjadi rujukan informasi yang kredibel,” ujarnya.
Sementara itu, seorang wartawan senior yang turut mengikuti rangkaian kegiatan anniversary menilai bahwa tema Meneguhkan Integritas Pers di Era Dinamika Informasi sangat relevan dengan tantangan dunia jurnalistik saat ini.
“Di tengah derasnya arus informasi dan maraknya berita yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan, integritas menjadi benteng utama bagi insan pers. Saya berharap MSRI tetap menjaga marwah jurnalistik dan terus menghadirkan berita yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan masyarakat,” tuturnya.
Senada dengan itu, salah seorang jurnalis peserta anniversary mengungkapkan rasa bangga dapat menjadi bagian dari keluarga besar MSRI.
“Anniversary ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi, evaluasi, dan penguatan semangat bagi seluruh wartawan. Kami semakin termotivasi untuk bekerja lebih profesional, menjaga nama baik media, serta terus menjadi penyambung suara rakyat,” ungkapnya.
Sementara perwakilan media cetak yang hadir berharap agar MSRI terus membangun sinergi dengan seluruh insan pers dan berbagai elemen masyarakat.
“Pers yang kuat lahir dari kebersamaan dan saling mendukung. Kami berharap MSRI terus berkembang, menjaga solidaritas antarjurnalis, dan tetap konsisten mengawal kepentingan publik melalui karya-karya jurnalistik yang berkualitas,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Anniversary Ke-2 MSRI yang juga menjabat sebagai Wakil Pemimpin Redaksi MSRI, Hari Setiawan, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan menyukseskan rangkaian kegiatan Anniversary Ke-2 MSRI.
Menurutnya, peringatan hari jadi ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat soliditas organisasi, serta meneguhkan kembali semangat pengabdian seluruh keluarga besar MSRI dalam menjalankan tugas jurnalistik.
“Alhamdulillah, Anniversary Ke-2 MSRI dapat terselenggara dengan lancar, aman, dan penuh kebersamaan. Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah, unsur TNI-Polri, tokoh masyarakat, tokoh agama, rekan-rekan media, para mitra kerja, sponsor, serta seluruh tamu undangan dan keluarga besar MSRI yang telah memberikan dukungan dan partisipasinya.
Keberhasilan acara ini merupakan hasil dari kerja sama, kekompakan, dan semangat kebersamaan kita semua,” ujar Hari Setiawan.
Ia berharap, memasuki usia yang kedua, MSRI semakin matang dalam menjalankan fungsi jurnalistik, semakin profesional dalam berkarya, serta terus menjaga integritas dan independensi sebagai media yang konsisten menjadi penyambung suara rakyat.
“Perjalanan dua tahun ini merupakan pijakan awal untuk melangkah lebih jauh. Dengan semangat kebersamaan, loyalitas, dan komitmen yang kuat, kami optimistis MSRI akan terus berkembang, semakin dipercaya masyarakat, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara melalui karya-karya jurnalistik yang berkualitas,” tambahnya.
Sebagai puncak peringatan Anniversary Ke-2 MSRI, digelar prosesi pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Direktur Utama sekaligus Pemimpin Redaksi MSRI, Slamet Pramono (Cak Bram), didampingi jajaran pimpinan dan dewan penasihat MSRI. Prosesi tersebut menjadi simbol rasa syukur atas perjalanan dua tahun MSRI yang telah dilalui dengan penuh perjuangan, dinamika, dan berbagai pencapaian.
Pemotongan tumpeng berlangsung khidmat dan penuh keakraban, disaksikan oleh seluruh pimpinan, dewan penasihat, wartawan, tamu undangan, serta keluarga besar MSRI. Momen tersebut menjadi simbol kebersamaan, persaudaraan, dan harapan agar MSRI terus tumbuh menjadi media yang profesional, berintegritas, serta istiqamah dalam mengawal aspirasi masyarakat.
Suasana haru dan penuh kekeluargaan menyelimuti seluruh peserta yang hadir. Kebersamaan yang terbangun dalam momentum Anniversary Ke-2 MSRI menjadi energi baru untuk terus melangkah, memperkuat solidaritas, dan menjaga semangat pengabdian demi terwujudnya pers yang independen, profesional, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.
Pada momentum yang penuh makna ini, keluarga besar MSRI kembali menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh instansi terkait, pemerintah daerah, unsur TNI-Polri, tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, lembaga swadaya masyarakat, rekan-rekan media, mitra kerja, para sponsor, serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan memberikan dukungan sehingga rangkaian Anniversary Ke-2 MSRI dapat terselenggara dengan sukses, lancar, dan penuh keberkahan.
Anniversary Ke-2 MSRI bukan sekadar peringatan perjalanan waktu, melainkan tonggak untuk terus memperkuat integritas, menjaga independensi pers, dan meneguhkan komitmen sebagai media yang setia menjadi penyambung suara rakyat Indonesia.
Dirgahayu Ke-2 Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI). Bersama Menjaga Integritas, Bersama Menyuarakan Aspirasi Rakyat Indonesia. (An)














