BANGKALAN – faamnews.com -Club Taekwondo HIPERMAX Indonesia kembali mengukir prestasi membanggakan. Sebanyak 11 atlet muda asal Kabupaten Bangkalan sukses naik podium setelah meraih 4 medali emas, 4 medali perak, dan 3 medali perunggu dalam Kejuaraan Internasional Ksatria Nusantara PBTI Series Road to 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championship 2026 yang digelar di GOR Jayabaya, Kota Kediri, pada 5–7 Juni 2026.
Ajang bergengsi tersebut diikuti 1.232 atlet dari 85 tim yang berasal dari delapan provinsi di Indonesia. Para peserta bertanding pada kategori Kyorugi, Poomsae, dan Freestyle dengan jenjang usia mulai 6 hingga 27 tahun, sehingga persaingan berlangsung sangat ketat.
Meski harus menghadapi atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah, para taekwondoin binaan HIPERMAX Indonesia mampu tampil percaya diri dan menunjukkan kualitas teknik bertanding yang luar biasa. Hasilnya, sebelas atlet berhasil mengibarkan nama Bangkalan di podium kejuaraan internasional.
Ketua Club Taekwondo HIPERMAX Indonesia, Zulfikri Amin, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian tersebut. Menurutnya, prestasi yang diraih merupakan hasil dari proses pembinaan jangka panjang yang dilakukan secara konsisten.
“Alhamdulillah, pencapaian ini menjadi kebanggaan besar bagi keluarga besar HIPERMAX Indonesia dan masyarakat Bangkalan. Anak-anak telah membuktikan bahwa dengan disiplin latihan, kerja keras, serta mental juara, mereka mampu bersaing dengan atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah. Ini adalah hasil dari proses, bukan keberuntungan,” ujar Zulfikri.
Ia mengatakan, keberhasilan tersebut juga tidak lepas dari peran para pelatih yang terus memberikan pembinaan, serta dukungan penuh dari orang tua yang selalu mendampingi para atlet selama menjalani latihan maupun mengikuti kejuaraan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelatih, orang tua atlet, dan semua pihak yang selama ini memberikan dukungan. Prestasi ini adalah hasil kerja bersama. Semoga menjadi motivasi bagi atlet-atlet lain agar terus berlatih dan tidak pernah takut bermimpi menjadi juara,” katanya.
Zulfikri menegaskan bahwa HIPERMAX Indonesia tidak akan berpuas diri. Setelah keberhasilan di ajang ini, pihaknya akan mempersiapkan atlet-atlet terbaik untuk menghadapi kejuaraan yang lebih tinggi, baik tingkat nasional maupun internasional.
“Target kami bukan hanya meraih medali, tetapi juga melahirkan atlet-atlet berkarakter, disiplin, dan mampu mengharumkan nama Bangkalan, Jawa Timur, bahkan Indonesia di level dunia. Kami optimistis, jika pembinaan terus dilakukan secara berkelanjutan dan mendapat dukungan semua pihak, maka akan lahir lebih banyak atlet berprestasi dari Bangkalan,” tegasnya.
Adapun empat medali emas dipersembahkan oleh Devina Indara Salsabila pada nomor Kyorugi Junior Under 42 Putri, Naura Nadiva Oktavia pada nomor Poomsae Pra Cadet B Kuning–Kuning Strip Basic 3 Putri, Rafa Alfarezel pada nomor Kyorugi Cadet Under 33 Putra, dan Gibran Atharazka Alefi pada nomor Kyorugi Pra Cadet A Under 20 Putra.
Empat medali perak diraih Karina Calystasyafia Efendi, Anindya Rhevarina Nudefri, Celena Barlanta, dan Avica Zahra Septianti. Sementara tiga medali perunggu dipersembahkan oleh Ihmada Khamelia Putri Humaidi, Ida Rohayu, dan Fari Haidar Rizqullah.
Prestasi tersebut semakin menegaskan bahwa Kabupaten Bangkalan memiliki potensi besar dalam melahirkan atlet-atlet taekwondo berprestasi. Dengan pembinaan yang berkesinambungan, HIPERMAX Indonesia optimistis mampu mencetak lebih banyak juara yang akan membawa nama Bangkalan dan Indonesia bersinar di berbagai kejuaraan bergengsi.














