SURABAYA – faamnews.com – Penyaluran beras bantuan pemerintah yang berlangsung di Gedung Serbaguna Bulak Banteng, Kelurahan Bulak Banteng, Kecamatan Kenjeran, Surabaya, pada Senin (7/9/2026) menuai keluhan dari warga penerima manfaat. Meskipun saat itu suasana masih sepi dan tidak padat, pelayanan justru diatur berbelit-belit serta tidak mempertimbangkan kemudahan masyarakat.
Berdasarkan keterangan warga, petugas kelurahan mengatur jalur akses secara tidak wajar. Area parkir kendaraan justru ditempatkan di bagian depan gedung yang posisinya paling dekat, namun warga yang datang mengambil beras dilarang melewati pintu depan tersebut. Sebaliknya, masyarakat dipaksa harus memutar kendaraan dan masuk melalui pintu belakang yang letaknya jauh dan lebih sulit dijangkau. Padahal pintu depan yang lebih dekat tersedia dan kosong sama sekali.
“Kami heran, tempat parkir ada di depan, jalan masuk depan juga ada dan sepi tidak ada orang banyak. Tapi kenapa harus disuruh berputar jauh lewat belakang? Padahal kalau lewat depan, kami langsung bisa turun kendaraan dan ambil beras, tidak perlu repot jalan jauh. Seharusnya petugas mengerti kebutuhan warga, supaya kami tidak capek dan tidak dibikin susah tanpa alasan jelas,” ungkap salah satu warga penerima bantuan.
Warga menilai pengaturan ini tidak masuk akal dan tidak efisien. Sebagai pihak yang bertugas melayani, diharapkan petugas kelurahan dapat menyederhanakan prosedur serta mengatur akses sesuai kebutuhan agar penyaluran berjalan lancar, nyaman, dan memudahkan masyarakat, bukan sebaliknya menimbulkan kesulitan.
Warga berharap hal serupa tidak terulang kembali pada penyaluran bantuan selanjutnya, agar bantuan yang disalurkan pemerintah benar-benar sampai ke tangan warga dengan pelayanan yang baik, tepat, dan ramah.
Redaksi;Karim












