Mengungkap Fakta, Mengawal Aspirasi
RedaksiHubungi Kami
Berita  

MBG di Pamekasan Bermasalah: PC PMII Minta Perketat Pengawasan dan Evaluasi Menyeluruh

PAMEKASAN, FAAMNEWS.COM — Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pamekasan kembali menjadi sorotan. Sejumlah sekolah dilaporkan mengembalikan paket MBG kepada pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setelah ditemukan bahan makanan yang masih dalam kondisi mentah.

Peristiwa tersebut memunculkan pertanyaan terkait mekanisme pelaksanaan program di lapangan. MBG yang seharusnya disalurkan dalam bentuk makanan siap konsumsi justru diterima oleh pihak sekolah dalam bentuk bahan mentah, sehingga tidak dapat langsung diberikan kepada para siswa.

Beberapa pihak sekolah memilih untuk mengembalikan paket tersebut kepada pihak SPPG sebagai bentuk kehati-hatian, sekaligus memastikan bahwa pelaksanaan program tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Ketua PC PMII Pamekasan, Fahril Anwar

Menanggapi hal tersebut, Ketua PC PMII Pamekasan, Fahril Anwar, menilai bahwa persoalan tersebut harus menjadi bahan evaluasi serius bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program MBG di daerah.

Menurut Fahril, pada prinsipnya program MBG merupakan langkah positif pemerintah dalam meningkatkan asupan gizi siswa. Namun pelaksanaannya di lapangan harus benar-benar mengacu pada petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan agar tidak menimbulkan persoalan baru.

“Program MBG adalah program yang sangat baik karena menyentuh langsung kebutuhan dasar siswa. Tetapi pelaksanaannya harus disiplin mengikuti juknis yang ada, mulai dari pengolahan makanan, standar gizi, hingga distribusinya kepada siswa,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kasus pengiriman bahan mentah tersebut menunjukkan pentingnya pengawasan yang lebih ketat terhadap implementasi program di lapangan. Jika tidak dikawal dengan baik, program yang dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi anak justru berpotensi menimbulkan polemik.

Fahril juga mendorong adanya transparansi dan koordinasi yang lebih kuat antara pihak pelaksana, pemerintah daerah, sekolah, serta masyarakat. Dengan pengawasan yang baik, menurutnya, pelaksanaan MBG dapat berjalan sesuai tujuan awal program.

“Semua pihak harus memastikan bahwa program ini berjalan sesuai standar. Jangan sampai ada kelalaian dalam pelaksanaan, karena ini menyangkut kesehatan dan keselamatan siswa,” tegasnya.

PC PMII Pamekasan, lanjut Fahril, berkomitmen untuk ikut mengawal pelaksanaan program MBG sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial organisasi mahasiswa.

Ia berharap evaluasi terhadap berbagai temuan di lapangan dapat segera dilakukan agar program tersebut tetap berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi para pelajar di Kabupaten Pamekasan.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *