
PAMEKASAN, FAAMNEWS.COM – Dinas Pendidikan Kabupaten Pamekasan menjadi sorotan oleh banyak pihak, terkait masih banyaknya sekolah yang belum terisi kepala sekolah secara definitif di Pamekasan.
Pemerintah daerah didesak segera menindaklanjuti proses pengisian jabatan tersebut di sejumlah sekolah yang masih dipimpin pelaksana tugas (Plt).
Sekretaris Dewan Pendidikan (DP) Pamekasan, Moh. Subhan, mengatakan, keberadaan kepala sekolah definitif memiliki perbedaan signifikan dibandingkan dengan Plt, terutama dari sisi kewenangan dalam menjalankan tugas.
Menurutnya, kondisi itu perlu segera direspons organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dengan mengambil langkah taktis dan strategis untuk mempercepat proses rekrutmen kepala sekolah definitif
Subhan menilai, alasan birokratis tidak seharusnya menjadi penghambat dalam memenuhi kekosongan jabatan kepsek definitif. Terlebih, persyaratan untuk menduduki jabatan tersebut saat ini dinilai lebih ringan dibandingkan sebelumnya.
“Sekarang lebih ringan, dulu harus lulus sebagai guru penggerak. Sekarang, itu syarat yang dihapus, salah satunya yang penting punya prestasi, pangkat golongan terpenuhi,” jelasnya.
Wakil Rektor UIM itu berharap, pemerintah daerah segera melakukan penetapan kepsek definitif untuk mengisi sekolah-sekolah yang hingga kini masih dipimpin Plt.
“Lebih cepat lebih baik,” tambahnya
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan, Akhmad Basri Yulianto, menegaskan, pengisian kepsek definitif di Pamekasan saat ini masih dalam proses.
“Dalam proses,” singkatnya kepada Kabar Madura saat ditanya mengenai skema pengisian kepala sekolah.
Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 121 sekolah di Pamekasan yang saat ini masih dipimpin Plt. Rinciannya, 117 kepsek tingkat SD dan empat kepsek tingkat SMP.












