SURABAYA, – faamnews.com 14 September 2026 — Warga Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir, Surabaya, menyampaikan keluhan mendalam terkait pelaksanaan penyaluran bantuan pangan beras dari pemerintah yang dinilai sangat rumit, tidak efisien, serta adanya dugaan perlakuan tidak pantas dari oknum petugas kelurahan.
Bukan saja prosedur pengambilan yang dibuat berbelit-belit, warga juga mengeluhkan adanya praktik penyobekan dokumen berkas milik warga oleh oknum petugas saat proses verifikasi. Di saat yang sama, tumpukan stok beras bantuan justru terlihat menumpuk di kantor kelurahan, sementara warga yang berhak kesulitan menerimanya karena prosedur yang tidak masuk akal.
“Sistemnya sangat rumit. Padahal suasana sepi, tidak ramai, tapi warga dipersulit. Berkas yang kami pegang sendiri malah disobek oleh oknum petugas. Tidak tahu alasannya, padahal itu bukti sah kepesertaan kami,” ujar salah satu warga penerima manfaat yang enggan disebut namanya, Selasa (14/9/2026).
Warga menegaskan seharusnya penyaluran beras bantuan dilakukan dengan sederhana, transparan, dan memudahkan masyarakat, bukan sebaliknya mempersulit serta melakukan tindakan yang merugikan warga dengan merusak dokumen milik warga.
Sampai saat ini belum ada penjelasan resmi dari pihak Kelurahan Wonokusumo terkait keluhan yang disampaikan warga tersebut. Warga berharap instansi terkait segera meninjau dan memperbaiki sistem penyaluran agar bantuan tepat sasaran, tepat waktu, dan tidak menyusahkan rakyat yang membutuhkan.
FAAMNEWS akan terus memantau perkembangan permasalahan ini.
Redaksi; Karim












