PASURUAN, faamnews.com- Disetiap kegiatan maupun hajatan Pemerintah Desa (Pemdes) Randupitu Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan acapkali menampilkan berbagai kreasi dan inovasi dari berbagai hasil UMKM Desa maupun karya seni warga setempat.
Berbeda dengan beberapa Desa lainnya, Pemdes Randupitu pada saat kegiatan sering dijumpai staff maupun tamu undangan memakai baju batik yang seragam dengan icon atau tampilan utama sebuah bunga yang mulai diminati banyak kalangan mulai tingkat bawah hingga atas, baik perseorangan maupun instansi pemerintah.
Karya seni tangan yang elegan tersebut diketahui bernama batik “Sekar Randu” yang memiliki filosofi kuat dari leluhur Desa Randupitu ciptaan dari warga bernama Hartini yang juga selaku ketua pokja 2 (Pendidikan, keterampilan dan pengembangan berkoprasi).
Perbedaan yang paling mencolok dari karya desain batik “Sekar Randu” mungkin terletak pada nilai estetika dari karya tersebut yang menggambarkan jerih payah yang menghasilkan hasil yang positif atau baik.
Batik “Sekar Randu” sama halnya identitas Desa Randupitu yang patut diapresiasi oleh instansi terkait atas karya seni tersebut serta dilestarikan baik oleh warga setempat maupun pemerintah pusat khususnya pemerintah daerah Kabupaten Pasuruan.
Perlu diketahui bahwa batik adalah warisan budaya Indonesia yang sudah diakui oleh UNESCO, batik “Sekar Randu” sendiri telah dipatenkan oleh Pemdes Randupitu dan memperoleh hak cipta atau hak paten dari Agung Damarsasongko selaku Dirjen kekayaan intelektual hak cipta dan desain industri pada 4 juli 2025.
Pada awak media, Hartini menyampaikan bahwa batik “Sekar Randu” merupakan karya seni tulis hasil kolaborasi antara Pemdes Randupitu dengan warga.
“Kita bersyukur kegiatan batik tulis ini diberi perhatian lebih oleh Pemdes Randupitu khususnya Kades Mochamad Fuad. Kegiatan ini adalah hasil kolaborasi antara Pemdes dengan pegiat seni batik tulis,” papar Hartini.
Disisi lain, Kades Randupitu Mochamad Fuad pada awak media menyampaikan bahwa batik “Sekar Randu” adalah karya seni batik tulis identitas desanya.
Kami selaku Pemdes sangat mengapresiasi atas inovasi, karya maupun kreativitas warga dengan mendukung penuh kegiatan yang positif ini. Batik “Sekar Randu” adalah hasil jerih payah serta inovasi warga, maka dari itu Pemdes juga hadir dengan berbagai fasilitas untuk menunjang kegiatan hingga kita patenkan karya itu sendiri tahun kemarin.
“Semoga warga Desa Randupitu tak henti-hentinya berkarya dan berinovasi untuk Randupitu yang lebih baik, kita selaku Pemdes akan selalu support apapun kegiatannya asal positif. Dengan dukungan warga slogan “Randupitu Bisa” pasti terlaksana meski itu tidak mudah,” pungkas Kades Fuad. (por/red)
