Jakarta||Faamnews.com-Lapas Kelas I Cipinang turut berperan serta dalam kegiatan Uji Coba (Piloting) Instrumen Asesmen: Lokakarya Pelatihan bagi Wali dan Asesor, yang berlangsung pada 28-30 September 2026 di Hotel Pullman Thamrin, Jakarta. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk menyempurnakan sistem penilaian risiko dan kebutuhan warga binaan agar lebih tepat sasaran dan mudah diterapkan di lapangan.
Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Dr. Syarpani, menegaskan bahwa instrumen asesmen tidak hanya perlu dipahami secara teori, melainkan harus dapat dijalankan secara efektif dalam kondisi nyata sehari-hari. “Kami melihat uji coba ini sebagai jembatan antara kebijakan dan realitas pelaksanaan. Setiap kendala yang ditemukan dan masukan yang disampaikan akan menjadi dasar agar instrumen nanti benar-benar bermanfaat bagi petugas maupun warga binaan,” ujarnya.
Perwakilan Lapas Cipinang mengikuti pendalaman materi, simulasi penerapan instrumen, serta diskusi penggalian pengalaman selama tiga hari kegiatan. Tim dari lapangan menyampaikan berbagai catatan langsung terkait praktik penilaian, mulai dari durasi pelaksanaan hingga kesesuaian indikator dengan dinamika yang ada di lembaga pemasyarakatan.
Melalui partisipasi ini, Lapas Kelas I Cipinang berkomitmen menyumbangkan pengalaman nyata demi terwujudnya instrumen asesmen yang lebih sederhana, akurat, dan manusiawi. Hasil penyempurnaan diharapkan dapat memperkuat dasar pelaksanaan pembinaan, sehingga setiap warga binaan mendapatkan perlakuan dan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi masing-masing.














