Mengungkap Fakta, Mengawal Aspirasi
RedaksiHubungi Kami

Viral Pernyataan “Penyakit Guru dan Kepsek”, Ketua PGRI Bangkalan Sampaikan Klarifikasi dan Permintaan Maaf

BANGKALANfaamnews.com- Ketua PGRI Kabupaten Bangkalan, Abdul Munib, akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada insan media dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) atas pernyataannya yang sebelumnya viral dan menuai kontroversi di berbagai platform media sosial.

Permintaan maaf tersebut disampaikan Abdul Munib menyusul ramainya sorotan publik terhadap ucapannya dalam forum resmi Konferensi Kerja Kabupaten (KONKAB) PGRI masa bakti XXIII Tahun 2026 yang menyebut, “karena memang penyakit kepala sekolah dan guru khususnya di Kabupaten Bangkalan tidak terlepas dari media dan LSM.”

Pernyataan itu sebelumnya memicu berbagai reaksi dari kalangan wartawan, aktivis LSM, hingga masyarakat luas karena dinilai menggeneralisasi profesi media dan lembaga kontrol sosial.

Dalam klarifikasinya, Abdul Munib menegaskan bahwa pernyataan tersebut sejatinya tidak ditujukan kepada seluruh media maupun seluruh LSM di Kabupaten Bangkalan. Menurutnya, ucapan itu mengarah kepada salah satu oknum wartawan yang sebelumnya melakukan konfirmasi terkait transparansi pengelolaan iuran PGRI Kabupaten Bangkalan.

“Sebetulnya awalnya saya itu dikonfirmasi oleh Edi, salah satu wartawan yang memang cukup kenal baik dengan saya. Namun setelah itu tiba-tiba saya dikirimin link berita oleh Angga bahwa yang nulis katanya Hanip. Tapi setelah saya baca beritanya, penjelasan saya yang dikonfirmasi tidak dimasukkan dalam pemberitaan,” ujar Abdul Munib saat memberikan klarifikasi. Senin (25/5/2026).

Ia menjelaskan, dalam acara KONKAB PGRI Bangkalan saat itu dirinya hanya ingin menyampaikan kepada anggota PGRI bahwa organisasi tersebut tengah menjadi sorotan salah satu media terkait persoalan transparansi iuran.

Namun, menurutnya, penggunaan kalimat yang tidak menyebut kata “oknum” dalam sambutan tersebut akhirnya memunculkan persepsi bahwa dirinya menyamaratakan seluruh media dan LSM.

“Dalam kalimat terakhir di video tersebut saya tidak bermaksud menggeneralisasi semua media dan LSM. Maksud saya tertuju ke satu media itu,” jelasnya.

Abdul Munib mengakui adanya kekeliruan dalam penyampaian sambutannya sehingga menimbulkan ketersinggungan di kalangan insan pers maupun aktivis LSM di Kabupaten Bangkalan.

“Oleh karena itu saya atas nama Ketua PGRI maupun pengurus PGRI Bangkalan mohon maaf sebesar-besarnya atas kegaduhan yang terjadi belakangan ini, atas kekeliruan dalam sambutan saya karena tidak menyebutkan oknum waktu itu sehingga membuat ketersinggungan terhadap teman-teman media yang lain maupun teman-teman LSM,” tuturnya.

Ia juga berharap polemik yang sempat memanas tersebut tidak berkepanjangan dan hubungan antara PGRI, media, serta LSM tetap berjalan harmonis sebagai mitra sosial dalam mengawal dunia pendidikan.

“Mari kita tetap berteman dan bersaudara. Oleh karena itu saya mohon masukannya untuk PGRI ke depan,” pungkas Abdul Munib.

Sebelumnya, potongan video pernyataan Abdul Munib dalam forum KONKAB PGRI Bangkalan ramai beredar di media sosial dan menjadi perbincangan publik. Sejumlah pihak menilai ucapan tersebut berpotensi melukai profesi wartawan dan aktivis LSM yang selama ini menjalankan fungsi kontrol sosial di tengah masyarakat.

Penulis: Tomy/red
Exit mobile version