Mengungkap Fakta, Mengawal Aspirasi
RedaksiHubungi Kami

“Stop Prostitusi Terselubung, Mulai Edukasi Seks untuk Selamatkan Generasi”

Kini saatnya kita bersatu: tutup ruang prostitusi terselubung, dan buka ruang edukasi untuk menyelamatkan generasi.

NGANJUK,Faamnews.com–  Fenomena kos-kosan “jam-jaman” di Kertosono bukan lagi rahasia. Berkali-kali diberitakan, berkali-kali dirazia, namun tetap saja beroperasi. Lebih miris lagi, diduga  pelanggannya banyak dari kalangan pelajar. Fakta ini seharusnya menjadi alarm keras bagi kita semua, bahwa generasi muda sedang berada di jurang ancaman moral dan masa depan.

Ketua DPC LSM FAAM Nganjuk, Achmad Ulinuha, menilai persoalan ini tidak cukup hanya diberantas dengan razia. Penindakan memang penting, tetapi yang jauh lebih mendesak adalah pencegahan melalui edukasi seks (sex education) di kalangan remaja.

Siswa SMP, SMA, dan SMK harus diberi pemahaman sejak dini mengenai risiko seks bebas: mulai dari penyakit menular, kehamilan di luar nikah, hingga masa depan yang bisa hancur. Kalau kita hanya menutup kos-kosan tanpa memberi pemahaman, persoalan ini akan terus terulang,” tegas Ulinuha.

Ia juga mendorong PPA Polres Nganjuk serta Dinas Sosial  kabupaten Nganjuk bersama Woman Care Center (WCC) Nganjuk untuk turun tangan dengan langkah nyata: penyuluhan, pendampingan, dan kampanye moral bagi pelajar.

Edukasi seks bukan untuk mengajarkan “cara melakukan”, melainkan untuk menyadarkan remaja tentang batas, risiko, dan tanggung jawab. Dengan pemahaman yang benar, generasi muda akan lebih siap menolak ajakan yang menjerumuskan.

Masyarakat Nganjuk tidak bisa hanya berpangku tangan. Kos-kosan jam-jaman hanyalah pintu masuk. Yang lebih berbahaya adalah hilangnya kesadaran anak-anak kita akan arti masa depan. Jika kita lalai, maka yang rugi bukan hanya mereka, tetapi juga kita semua sebagai orang tua, pendidik, dan warga masyarakat.

Kini saatnya kita bersatu: tutup ruang prostitusi terselubung, dan buka ruang edukasi untuk menyelamatkan generasi.(Andri/Red)

Exit mobile version