Mengungkap Fakta, Mengawal Aspirasi
RedaksiHubungi Kami

Ngaku Dari Satresnarkoba Polda Jatim, Rumah Warga Wonorejo Diobrak-Abrik

PASURUAN, faamnews.com-Jajaran Satresnarkoba Polda Jatim tuai sorotan dan jadi bahan pergunjingan masyarakat Triwung Kecamatan Wonorejo Kabupaten Pasuruan setelah salah satu rumah warga setempat di grebek beberapa orang yang mengaku sebagai anggota Satresnarkoba Polda Jatim beberapa waktu lalu.

Kejadian yang tak terduga yang dialami oleh keluarga Leni pada Senin malam (20/04/2026) sekitar pukul 21.00 WIB membuat dirinya beserta keluarga dan masyarakat sekitar menjadi shock dan bertanya-tanya lantaran penggrebekan yang dilakukan diduga salah sasaran.

Informasi yang dihimpun awak media bahwa kegiatan penggrebekan tersebut dilakukan oleh 5 orang, kelima orang tersebut datang menggunakan dua kendaraan, yakni mobil Avanza hitam bernopol N 1981 dan Ertiga putih bernopol S 1135.

Tanpa basa basi, kedua kendaraan tersebut langsung berhenti di depan rumah Khoiron yang tak lain adalah suami Leni.

Istri Khoiron, Leni, menuturkan bahwa rombongan tersebut datang dari arah utara dan langsung menanyakan keberadaan suaminya.

“Begitu datang langsung menyebut nama suami saya, Khoiron. Katanya mau berbincang soal suami saya,” papar Leni.

Karena merasa tidak memiliki persoalan apa pun, Leni mempersilakan kelima orang tersebut masuk ke dalam rumah. Namun, rasa curiga mulai muncul saat ia meminta identitas mereka secara jelas.

“Salah satu dari mereka mengaku dari Polda. Karena saya merasa tidak ada masalah, saya minta difoto sebagai identitas. Tapi mereka tidak memperbolehkan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Leni juga menyampaikan bahwa larangan tersebut disertai permintaan agar dirinya tidak mengambil dokumentasi menggunakan telepon genggam. Ia juga sempat diperlihatkan selembar kertas folio berisi sejumlah nama, namun tidak diizinkan membaca isinya secara lengkap.

“Sempat mau saya baca, tapi tidak boleh. Hanya diperlihatkan sekilas, lalu langsung dilipat lagi,” ungkapnya.

Dalam pertemuan tersebut, Leni menyebut para oknum itu menyampaikan adanya informasi dari warga yang menuduh suaminya terlibat penyalahgunaan narkoba. Mendengar hal itu, ia langsung menolak keras tuduhan tersebut.

“Mereka bilang ada laporan warga soal suami saya pakai narkoba. Saya kaget dan langsung marah, karena suami saya tidak pernah melakukan hal aneh seperti itu,” tegasnya.

Para oknum tersebut bahkan sempat mengeluarkan alat tes urin untuk memeriksa Khoiron. Leni mengaku tidak keberatan selama prosesnya jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Saya bilang silakan saja dites. Tapi kalau hasilnya negatif, saya minta dijelaskan siapa yang melaporkan dan apa dasar kedatangannya ke rumah kami,” ujarnya.

Namun, menurut Leni, sebelum pemeriksaan dilakukan secara jelas, para oknum tersebut justru bersiap meninggalkan lokasi. Saat ia kembali mencoba mengambil dokumentasi sebagai bukti, salah satu dari mereka kembali melarang keras.

“Mereka bilang jangan foto-foto, nanti kena ITE,” kata Leni menirukan ucapan salah satu oknum tersebut.

Hingga berita ini ditulis, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi lebih lanjut kepada pihak terkait. (por/mal/Red)

Penulis: Por/red
Exit mobile version