Bangkalan – faamnews.com – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) Adalah program prioritas pemerintah yang dirancang untuk menekan angka stunting dan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dengan memberdayakan UMKM lokal yang di distribusikan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) oleh Badan Gizi Nasional (BGN)
Akan tetapi Dapur SPPG yayasan As saidiyah yang berlokasi di Dusun kampek, Desa Alas kembang, kecamatan Burneh, kabupaten Bangkalan diduga tidak beroperasi selama hampir satu bulan.Hal tersebut dipertanyakan oleh warga dan komite sekolah setempat.
Dari hal itu, Awak media bersama tim Lembaga Kesatuan Pengawasan Korupsi Republik Indonesia (LKPKRI) perwakilan bangkalan melakukan investigasi ke dapur SPPG Yayasan As saidiyah untuk mengkonfirmasi pihak SPPG Yayasan Assaidiyah terkait terhenti nya pengiriman MBG ke sekolah.
Saat awak media dan komite sekolah melakukan investigasi ke lokasi, mereka tidak menemukan adanya aktivitas apapun di dapur SPPG Yayasan As saidiyah desa alas kembang. Gerbang dapur tersebut juga dalam keadaan tertutup dan di rantai dengan gembok.
Marsub selaku tim investigasi LKPK RI sekaligus sebagai komite sekolah menyayangkan terhenti nya pengiriman MBG di dapur SPPG As Saidiyah dan mengaku sulit nya untuk melakukan komunikasi dengan kepala yayasan As Saidiyah selaku pengelola SPPG desa alas kembang.
“Kami sangat menyayangkan jika pengiriman MBG ini terhenti tanpa kejelasan kendalanya, kami juga sudah berupaya melakukan klarifikasi turun langsung ke lokasi namun tidak ada yang dapat ditemui dan kami juga sudah menghubungi via WhatsApp untuk berkomunikasi dengan pihak yayasan namun tidak ada tanggapan,”Tutur Marsub pada awak media.
Sementara itu, menurut pengakuan dari salah satu karyawan Dapur SPPG yayasan As saidiyah yang enggan disebut namanya, sebut saja (Siti) dia mengaku tidak tahu menahu tentang kendala tidak beroperasi nya dapur SPPG yayasan As saidiyah.
“Iya mas, saya karyawan disini, memang sudah sekitar tiga mingguan dapur MBG tidak beroperasi tapi terkait kendala nya apa, saya tidak tau, saya hanya berharap semoga dapur SPPG segera buka kembali, supaya saya bisa bekerja lagi, Coba lebih jelas nya sampean tanya ke ustadz seli saja.”Ungkapnya.
Selain berupaya menghubungi kepala yayasan As saidiyah, Awak media dan tim LKPK RI terus berupaya menggali informasi dengan menghubungi Koordinator kecamatan SPPG kecamatan Burneh untuk dimintai keterangan perihal pengiriman MBG yang terhenti selama hampir 1 bulan ini.
Menanggapi hal tersebut, Rosi selaku Korcam SPPG burneh membenarkan adanya penghentian sementara pengiriman MBG oleh dapur SPPG yayasan As Saidiyah dikarenakan ada perbaikan.
“Iya benar untuk sementara waktu ini pengirimannya MBG terhenti, karna sedang ada perbaikan, nanti setelah perbaikan selesai akan langsung dikirim lagi,”Dalih Rosi melalui von WhatsApp nya, Kamis, 21/05/2026.
Hingga berita ini ditayangkan, Ustadz Mohammad Ghozeli, S.Pd, selaku kepala yayasan yang mengelola SPPG di desa Alas Kembang belum memberikan keterangan secara resmi, dan dilihat dari beberapa upaya yang telah dilakukan awak media dan tim LKPK RI Perwakilan bangkalan, Sulitnya komunikasi dengan ustadz Zeli sapaan akrabnya kepala yayasan As saidiyah pengelola SPPG desa alas kembang bukan menjadi rahasia umum lagi.
Dikutip dari Badan Gizi Nasional (BGN), Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak beroperasi selama 1 bulan tanpa alasan dan izin resmi dan dinilai tidak memenuhi standar berpotensi terkena sanksi administratif, mulai dari teguran SP-1 dan SP-2 hingga penangguhan (suspend) dan pencabutan izin, SPPG yang di suspend tidak akan menerima insentif operasional harian hingga seluruh rekomendasi perbaikan dipenuhi.
