Mengungkap Fakta, Mengawal Aspirasi
RedaksiHubungi Kami

Terungkap, Misi Hingga Dugaan Keterlibatan Oknum Staff Desa Dalam Polemik PTSL Randupitu

PASURUAN, faamnews.com- Sepandai-pandai menyembunyikan bangkai pasti baunya akan menyeruak dan tercium juga, mungkin pribahasa klasik tersebut patut disematkan pada polemik PTSL Desa Randupitu Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan yang dianggap menyimpang oleh segelintir orang yang mengatasnamakan warga tersebut.

Kejanggalan demi kejanggalan dalam polemik tersebut perlahan tapi pasti mulai terurai dan terungkap mulai dari motivasi, misi hingga adanya dugaan keterlibatan oknum staff Desa yang diduga kuat sengaja menyiapkan sekenario jebakan bagi Kades Mochamad Fuad agar segera tamat dalam karirnya sebagai Kades.

Dengan membuat freaming di masyarakat bahwa program PTSL tersebut bermasalah, kelompok “sakit hati” yang diisi oleh beberapa orang termasuk warga pendatang tersebut berupaya sedemikian rupa membuat isu liar dengan berbagai fitnah dan provokasi ke warga agar ikut bergabung dengan kelompok mereka.

Terbaru, informasi yang dihimpun awak media bahwa diduga kuat adanya keterlibatan oknum staff Desa dalam polemik itu sendiri dengan merekayasa berbagai kejadian dan freaming yang mereka bangun agar masyarakat percaya hingga adanya skenario untuk melengserkan Mochamad Fuad dari jabatannya sebagai Kades Randupitu saat ini.

“Ada staff Desa yang terlibat dalam perkara ini, mereka itu sakit hati sama pak Kades Fuad yang dianggap tidak sepaham dengan dirinya serta kepentingan pribadinya. Bahkan ada sekenario untuk melengserkan kades Fuad sebelum masa jabatannya berakhir,” ujar salah satu narasumber yang enggan disebutkan namanya.

Lebih lanjut dirinya juga menyampaikan bahwa mereka tidak ingin dan tidak suka melihat Desa Randupitu maju pesat dibawah kepemimpinan Kades Fuad termasuk adanya program PTSL ini.

“Mereka tidak menghendaki Desa Randupitu maju pesat dibawah kepemimpinan Kades Fuad, bahkan mereka ingin program PTSL ini bubrah alias gagal banti biar Kades Fuad dan ketua PTSL Nawawi yang akan disalahkan. Terus siasatnya, mereka muncul seakan-akan jadi pahlawan dengan berbagai cara agar kades Fuad dilengserkan dan dapat simpati dari warga” imbuhnya.

Tak berhenti disitu, dirinya juga menyampaikan bahwa salah satu oknum dari kelompok tersebut yang bernisial BI sampai seakan-akan yakin dan siap menggantikan Kades Fuad sebagai penggantinya.

“Bek aku Sido dadi Kades sampean jaluk opo (kalau saya jadi Kades bapak minta apa),” ujarnya menirukan perkataan BI pada salah satu tokoh masyarakat agar mendukung kelompok mereka terkait polemik PTSL tersebut.

Hingga saat ini juga diketahui bahwa kelompok “sakit hati” tersebut masih berkeliling mendatangi rumah-rumah warga agar ikut serta ke kelompok mereka dengan melampirkan fotokopi KTP dan menyertakan TTD di lembaran kertas yang mereka lampirkan tanpa diketahui maksud serta tujuannya sebelum sidang ke-2 dilaksanakan pada saat itu.

“Iya, saya didatangi Kalim. Dia datang dengan menyodorkan selembar kertas agar di tandatangani serta menyerahkan foto copy KTP. Dia tanya biaya habis berapa dan bayar ke siapa, Katanya untuk PTSL. Pada saat saya tanya tujuannya apa dia tidak bisa menjawabnya dan saya tidak mau karena memang dari awal tidak ada paksaan sama sekali dari pak Kades Fuad atau panitia PTSL terkait program ini,” ujar salah satu warga.

Seperti diwartakan sebelumnya dengan judul “Gawat..!!! Dugaan Sakit Hati Dan Kepentingan Politik Menguap Dalam Polemik PTSL Randupitu” kian menemukan titik terang serta fakta sesungguhnya.

Bahkan dari salah satu oknum kelompok “sakit hati” yang berinisial WN mengakui bahwa kegiatan tersebut didanai oleh seseorang dengan maksud dan tujuan tertentu.

Iku wes d laporno Nang wong-wong mas masalah PTSL. Onok seng bandani wong soge gek Randupitu (masalah PTSL itu sudah dilaporkan orang-orang mas. Ada yang danai, orang kaya di Randupitu).

“Aku gak melok mas polae repot sekolahan ngurusi rapotan (saya tidak ikut mas, soalnya sibuk penilaian raport di sekolahan),” ujar WN. (por/red)

Exit mobile version