Menu
Mengungkap Fakta, Mengawal Aspirasi

Warga Saigon Pontianak Timurl Minta Ganti Rugi Lahan Dibayar, Aktivis LSM FAAM Kalbar : Perencanaan Pembangunan Sudah Menyimpang

Total views : 667
  • Bagikan

Pontianak,faamnews.com-Proses pembangunan Jalan Pemda ditengarai adanya penyimpangan dan kejanggalan. Menurut warga Saigon kecamatan Pontianak Timur bahwa pembangunan terkesan asal-asalan. Seharusnya sebelum dimulai proses pembangunan, dilakukan pemberitahuan atau sosialisasi kepada masyarakat.”

“Tidak adanya pemberitahuan atau sosialisasi yang terlihat pembangunan tersebut jadi terkesan asal-asalan. Kami sebagai masyarakat kebingungan mau kemana harus mengurus dan menyelesaikan lahan kami yang terkena proyek pembangunan jalan oleh Pemkot Pontianak,” ucap salah seorang warga kepada Media, Kamis (26/10)

Beberapa warga masyarakat bahkan menambahkan, Camat Pontianak Timur pernah memberitahukan kepada masyarakat. ” Pak Camat bilang Warga yang tanahnya terkena proses pembangunan Jalan di ukur untuk segera diganti rugi,” ucapnya.

Namun, saat masyarakat mempertanyakan janji yang pernah diucapkan , ironisnya tidak ada pertangung jawaban. Tak hanya sampai disitu, masyarakat mendatangi istansi terkait pun tidak membuahkan hasil.

“Persoalan ganti lahan hingga saat ini tak ada titik terang, kami seolah-olah dipermainkan, di lempar sana lempar sini,” ungkap salah satu masyarakat yang tidak mau disebutkan identitasnya.

Kepala Dinas PUPR Kota Pontianak Firayanta saat di sambangi awak media dikantornya tidak bersedia untuk dikonfirmasi dengan alasan mau rapat. Ditempat yang sama Kabid Bina Marga Mansyur menolak untuk di konfirmasi dengan alasan zoom metting. Sementara awak media menunggu hampir 3 jam namun tidak juga diberikan waktu.

Ditempat terpisah Camat Pontianak Timur Muhammad Akip saat diwawancarai diruang kerjanya mengatakan dirinya bingung mau jawab apa.” Kalaupun saya bicara, nanti dbilang pandai-pandai, baru jadi camat,” ujarnya.

Akip mengatakan, dalam rapat dirinya tidak pernah dilibatkan terkait kompensasi Jalan Pemda Kelurahan Seigon Kecamatan Pontianak Timur. Menurut Akip bahwa masalah ini masih menjadi tanggung jawab Camat sebelumnya Ismail Abdurahman.

Meski begitu, Ia berharap pembebasan lahan milik masyarakat Kecamatan Pontianak Timur secepatnya diselesaikan oleh Instansi yang berwenang semoga cepat diselesaikan dan pembangunan jalan segera dinikmati.” Akses jalan sangat dibutuhkan dan penunjang diberbagai sektor, seperti pendidikan dan kesehatan,”imbuhnya.

Sementara, Aktivis Dewan Perwakilan Wilayah Lembaga Swadaya Masyarakat Forum Aspirasi dan Advokasi Masyarakat (DPW LSM FAAM) Kalimantan Barat (Kalbar), Edi Ashari mengatakan, perampasan dan penyerobotan lahan masyarakat di Kota Pontianak sudah menjadi momok yang sangat menakutkan dan mengerikan. Pasalnya, ambisi pembangunan sudah tidak mengacu kepada prosedur peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

” Kita lihat saja dalam perencanaan pembangunan sudah menyimpang karena main hantam, main babat tanpa mengindahkan hak masyarakat,”bebernya.

Dengan situasi ini, patut diduga adanya azaz pelanggaran HAM yang dilakukan Pemkot Pontianak.” Terkait pembangunan proyek jalan pemda ini dalam perencanaannya terdaat dua jalur namun yang di bangun hingga saat ini hanya satu jalur, yang saya pertanyaka juga kemana anggaran untuk jalur 1 inii,” pungkas Edi Ashari..

banner 325x300
Penulis: Riika nengsih
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.