oleh

Warga Resah, Perampasan Motor Berkedok Debtcollektor Merajalela di Seputar Pasar Ceplak

TANGERANG, faamnews.com – Perampasan motor yang dilakukan oleh Debtcollektor sangat meresahkan warga yang melintas di Jalan Raya Kronjo Balaraja, tepatnya di Simpang Tiga Pasar Ceplak, Kecamatan Suka Mulya Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Rabu (05/01/2022).

Salah satu korban benama Naan, warga Kampung Siang, Desa Gandaria, Kecamatan Mekar Baru Kabupaten Tangerang.

Pada saat itu melintasi Pasar Ceplak, diberhentikan oleh Yono warga Kampung Bedeng Desa Kemuning, Kecamatan Kresek, bersama temannya, mencegat dan mengambil paksa motor yang dikendarai oleh korban, dengan mengaku sebagai Debtcollektor, dengan dalih kepada korban bahwa motor tersebut sudah telat angsuran. Rabu (05/01/2022).

Saat diwawancarai oleh awak media, Naan dengan nada sedih mengatakan,” Saya sedang melintasi Pasar Ceplak, diikuti dan dicegat oleh 2 orang yang mengaku Debtcollektor, dan mengambil paksa motor saya, lantas membawa motor saya tersebut entah kemana”, jelas Naan.

Naan menambahkan, ” Setelah saya bertanya pada ojek yang mangkal disitu, baru saya tau orang yang merampas motor saya bernama Yono, yang pekerjaannya memang Debtcollektor, dan sering mangkal di Pasar Ceplak”, tambahnya.

” Saya orang susah pak, motor saya dirampas paksa, lantas gimana saya kerja untuk menghidupi keluarga saya”, pungkasnya.

Tim melakukan Investigasi ke lokasi terjadinya perampasan motor yang di lakukan oleh Yono Cs, serta menanyakan kepada salah satu Ojek berinisial M yang setiap hari mangkal di Simpang Tiga Ceplak, membenarkan adanya Debtcollektor yang setiap hari mangkal disitu.

” Ya pak di sini tadi terjadi perampasan motor oleh Yono Cs, mereka hampir mangkal setiap hari disini, karena mereka kerjaanya sebagai Debtcollektor “, kata M kepada Tim

Menanggapi maraknya perampasan motor berkedok Debtcollektor, terutama di Simpang Tiga Pasar Ceplak, Usman Lumofa, Pengamat Sosial dengan nada kesal mengatakan saat ditemui di kediamannya,” Banyaknya kejadian masalah perampasan motor dengan berkedok Debtcollektor, sangat merugikan warga, dan itu adalah upaya melawan hukum, perlu segera disikapi oleh Pemerintah, terutama Penegak Hukum, agar tidak bertambah lagi korban korban berikutnya”, tegas Usman Lumofa dengan nada tinggi.

(Syarifuddin/Tim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed