oleh

TPF-N Resmi Laporkan Dugaan Tipikor DD/ADD Desa Batu Ampar ke Kejari Sumenep


PAMEKASAN, faamnews.com Anggaran DD/ADD tahun 2020 Desa Batu Ampar, Kecamatan Guluk-guluk, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur yang diduga sarat korupsi kini resmi dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep, Jum’at (09/04/2021)

DD/ADD itu di alokasikan pada tiga Proyek di Desa setempat, yakni realisasi proyek makadam di Dusun Perengan Laok serta realisasi pengaspalan di Dusun Somalang dan di Dusun Semah, yang mana ketiga proyek itu menelan anggaran funtustik mencapai Rp 466.444.000,00 yang di tengarai tidak sesuai Juknis dan Juklaknya

Hal itu diungkapkan Ketua Tim Investigasi dan Pengawas  Lembaga Swadaya Masyarakat Tim Pencari Fakta Nusantara (LSM TPF-N) Helman Fahrozi

“Dari hasil investigasi dan kajian kami, pada saat pelaksanaannya proyek tersebut diduga ada pengurangan volume dan juga material batu yang digunakan pada proyek makadam itu adalah batu apung, dan kalau dilihat dari hasil pekerjaannya sepertinya dikerjakan asal-asalan,” Terangnya kepada wartawan saat baru keluar dari Gedung Kejari, Jum’at (09/04/2021)

Kemudian lanjut Fahrozi sapaan akrabnya, pada realisasi proyek pengaspalannya itu diduga kuat banyak menyimpang dari ketentuan konstruksi pelaksanaan pengaspalan.

“Dimana, pada pemadatan batunya itu sepertinya tidak padat, dan pada saat pemasangan batu tidak diberi aspal cair/kritis terlebih dahulu, sehingga realisasi pengaspalan berpotensi cepat rusak. Bahkan, pengaspalan tersebut hanya terlihat tebal dari pasir saur dan tidak rata, dan masih nampak terlihat jelas batunya yang putih,” Imbuh dia

Fahrozi juga menjelaskan bahwa batas akhir dari realisasi anggaran pada proyek tersebut itu adalah pada Bulan Maret 2021. Dan berdasarkan hasil laporan dari masyarakat setempat terhadap dirinya, bahwasanya di desa tersebut saat ini masih ada beberapa proyek yang belum selesai.

“Bahkan dari ketiga realisasi proyek yang di laporkan itu sudah melewati batas waktu pekerjaan. Oleh karena itu, pelaksana dari realisasi proyek tersebut diduga kuat telah melawan hukum dan merugikan uang negara,” Ujarnya

Pihaknya berharap kepada pihak Kejaksaan, supaya laporannya itu segera ditindaklanjuti, agar pelaksana dari realisasi proyek yang dilaporkannya itu diproses secara hukum yang berlaku.

“Ya kami berharap pada pihak Kejaksaan untuk segera memproses laporan kami agar persoalan ini segera tuntas,” Pungkasnya. (Sid)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed