oleh

Tiga Tahun Memimpin, Bupati Pamekasan Kabur Saat Ditantang Diskusi, Zaini Wer wer: “Pengecut,”

PAMEKASAN, faamnews.com – Dalam rangka mengevaluasi 3 Tahun kepemimpinan Bupati, Masyarakat dan Lintas Aktivis yang tergabung dalam Reuni Gerakan melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Senin (20/09/2021)

Aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian Terhadap Pamekasan yang dinilai tidak mengalami perkembangan signifikan selama dipimpin Bupati Badrut Tamam

Hal itu dikemukakan Jendral Lapangan Zaini Wer wer saat orasi, dikatakan Wer wer, Bupati cenderung terlalu bersolek dengan pencitraan yang justru hanya meninabobokan Bupati

Dari atas Sound System Zaini wer wer menyoal sejumlah persoalan yang tidak jelas hingga kini

“Seperti TPP untuk kawan-kawan ASN, tolong dicatat bahwa se-jawa timur Pamekasan menjadi Kabupaten satu-satunya yang melenyapkan TPP ASN dengan alibi dialihkan untuk infrastruktur, alasan apaan itu,” teriak Wer wer

Kekosongan sejumlah Dinas yang hingga kini masih di jabat oleh PLt juga menjadi bagian dari isi tuntutan orasi

Menurutnya, kekosongan tersebut sudah membuktikan kegagalan Bupati Badrut Tamam dalam menjalankan tugasnya sebagai pemegang kebijakan di Kabupaten Pamekasan

“Belum lagi harga tembakau yang hingga kini masih jadi PR besar bagi Bupati, mana janji anda yang pernah mengatakan tidak akan ada lagi harga tembakau milik petani Murah, omong Kosong,” Imbuh Presiden NGO itu.

Lebih ironis kata Wer wer, saat Bupati mengatakan bahwa Aksi Demo tidak penting, statmen tersebut kata Wer wer sangat keterlaluan dan menyakiti hati semua aktivis

“Jelas itu melukai kami sebagai aktivis, tidak hanya di Pamekasan tapi seluruh aktivis di Indonesia, jadi kami minta Bupati menjelaskan pada kami,” pintanya

Sementara orator lain, Musfiq menyebut, dari 17 progam prioritas yang sudah canangkan perlu dilakukan diskusi terbuka sehingga jika memang ada kekurangan dan kelemahan akan diberikan masukan.

“Dari 17 Program unggulan RBT yang
dijanjikan kepada masyarakat Kabupaten Pamekasan Hanya dijadikan tameng untuk meraup kepentingan politiknya,” katanya diambil dari surat edaran yang dikeluarkan.

Saat pendemo meminta Bupati Pamekasan untuk berdialog dihadapan para Demonstran, Bupati Mas Tamam Justru memilih hengkang dari lokasi aksi

(Jhon)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed