oleh

Tidak Terima DISIKAPI, PT. EFRAN BERKAT ADITAMA, Oknum KADES Sawo Ancam WARTTAWAN Dengan keadaan Mabuk di Depan MAPOLRESTA Mojokerto.

MOJOKERTO. Faamnews.com | Seorang  kepala Desa (KADES) Sawo kec. Jetis kab. Mojokerto tak terima dengan ke 2 wartawan yang hendak memberitakan sebuah Pabrik terkait adanya pembuangan air limbah, bekas pemotongan ayam yang mengandung bau tak sedap mengalir ke sungai Marmoyo, KADES yang di Duga mirisnya Preman dalam keadaan mabuk dengan mulut berbau miras bersama beberapa rekannya mendatangi 2 wartawan guna  mengintimidasi serta membuat  kaget dan panik terhadap ke 2 wartawan dengan kata emosi tinggi terhadap wartawan yang lagi duduk ngopi di warung depan superindo  samping  Mapolres kota Mojokerto, jumat 15/1/2021 sekira pukul 14:20 wib,

Ket.foto oknum KADES rambut pirang bersama rekan2 nya dan juga disaksikan Kasat Intel Polres Mojokerto kota Ketika mendatangi wartawan di warung depan Mapolres kota Mojokerto

Sebelumnya ia melalui telpon seluler nya, wartawan tersebut di suruh datang ke tempat kediamannya oleh oknum  kepala Desa tersebut, yang sudah di nanti bersama beberapa kawannya, yang saat itu sedang melakukan acara pesta miras, yang diduga hendak di perhitungkan dengan niatan buruk terhadap 2 wartawan yang  pada saat  itu ke 2 wartawan masih masih aktif di Suara jatim news terkait masalah pabrik pemotong ayam yang hendak di beritakan oleh 2 wartawan yang kini aktif  menjadi wartawan faamnews.com

Mengenai adanya dugaan pencemaran air limbah mengandung bakteri terhadap air sungai, beruntung ke 2 wartawan tersebut tidak menggubris undangan panggilan oknum KADES Sawo  yang diketahui bernama Yasminto  melalui telponnya yang hendak mengajak minum miras bersama di tempat kediamannya

Ket.foto oknum KADES dan pabrik potong ayam PT EFRAN BERKAT ADI beserta air limbah yang keluar dari selokan menuju ke sungai Marmoyo

Awalnya kamis 14/1/2021. 2 (dua) wartawan tersebut menyikapi adanya sebuah Pabrik PT. EFRAN BERKAT ADI TAMA di jalan Raya  Mojokerto-Lamongan, tepatnya di Desa Sawo kec. Jetis merupakan pabrik  pemotongan Ayam yang membuang limbah air di alirkan ke sungai  mengandung bau tak sedap terbuang ke sungai Marmoyo, dan di duga sungai tersebut tercemar oleh bakteri air bekas pemotongan ayam yang mengandung warna kuning dan sedikit kemerahan di sertai bau anyir pada waktu itu

Dengan adanya informasi dari seorang pemancing ikan yang di perkirakan usianya sekitar 50 an menuturkan dengan bahasa jawanya pada awak media saat awak media mantau keberadaan pabrik Tahu yang limbah airnya terbuang langsung ke sungai, “”Mriku lo mas enten bau gak enak, teko banyune pabrik potong ayam terbuang ke sungai, coba sampean tingali ten mriku, tuturnya sambil menunjukan tangannya kearah pabrik tersebut

Maka dengan itu 2 (dua) awak media Suarajatimnews pada waktu itu, dan saat ini ke 2 Wartawan tersebut berada di media FAAMNEWS.COM ketika itu mencoba meninjau lokasi saluran air di samping pabrik yang menuju sungai, namun benar adanya bau tak sedap keluar dari selokan air dari pabrik potong ayam PT. EFRAN BERKAT ADI TAMA dan di Duga sungai tersebut sudah lama tercemar oleh bakteri.

Ket.foto air limbah bekas pemotongan ayam PT EFRAN BERKAT ADI TAMA Di Desa Sawo

Memang antara jarak pabrik dan sungai hanya berjarakkan sekitar 4 meter, setelah awak media meninjau lokasi memang benar terdapat bau tak sedap yang disebabkan oleh air keluar  dari  pabrik dengan melalui Gorong-Gorong menuju kesungai Marmoyo, maka awak media mencoba mengambil sempel Air tersebut hendak di bawa ke dinas terkait dan lingkungan hidup (DLH)

Seketika selesai mengambil air sempel ke 2 awak media pun langsung konfirmasi ke pihak manager pabrik tersebut terkait air mengandung bau tak sedap sangat menyengat, dan seketika itu juga di temui langsung oleh  2 (dua) orang yang 1 (satu) selaku sebagai manager, menjelaskan semua mulai dari ijin Halal dan ijin bangunan menjelaskan ada semua bahkan Instalasi Pengelolaan Air  Limbah (IPAL) pengakuan dari Staf Manager, namun ketika awak media dengan minta ijin untuk bisa melihat langsung keberadaan IPAL secara bersama, pihak Manager dengan keberatan mengatakan “tidak boleh untuk di lihat kami tak mengijinkan mengenai tempat IPAL. Ujar Manajer Pabrik potong ayam maka dengan itu ke 2 awak media ijin pamit beranjak pergi keluar dari Pabrik usai konfermasi

Namun ketika hendak keluar dari halaman Pabrik tepatnya didepan POS Scurity (satpam)  menyapa seorang laki-laki berbadan tinggi dengan rambut di semir dan sempat di pertanyakan oleh laki-laki tersebut “”ada apa mas tanya laki-laki tersebut, awak media pun menjawab, “o..itu Bang!! habis konfirmasi terkait dengan adanya air yang berbau dari pabrik ini yang mengalir ke sungai. tutur Awak media pada laki-laki tersebut di ketahui bernama Yasmin dan sambil berkata “”yo wes nanti hubungi saya aja, sambil memberikan nomer telponnya pada awak media

Karena menyakut wilayah kelurahan Desa Sawo, kepala Desa di ketahui bernama Yasminto geram dengan adanya 2 wartawan yang hendak memberitakan pabrik potong ayam dan merasa diacak wilayahnya, dengan keadaan mabuk berat mendatangi ke 2 wartawan di warung depan samping   polres kota Mojokerto, Anehnya lagi di situ juga ada beberapa anggota Intel kepolisian Polresta Mojokerto kota yang ikut menyaksikan perkataan KADES yang dengan nada tinggi yang begitu terkesan ngancam terhadap ke 2 wartawan dengan kata emosi, kwatir pabrik potong ayam di beritakan oleh wartawan tersebut

Dan yang bikin terkesan aneh lagi ada hubungan apa?? sebagai kepala Desa  kok seperti membeck’ap pabrik potong ayam PT. EFRAN BERKAT ADI TAMA yang semestinya seorang pemerintah Desa memberikan contoh dengan sikap santun serta memberikan Ruang Luas terhadap wartawan sebagaimana wartawan itu merupakan mata publik, bukan malah di intervensi, dan justru oknum KADES itu malah bertindak dengan sikap arogansi begitu mirisnya Preman bahkan mengajak rekan-rekan nya ada yang dari pemuda Pancasila dan dari ORMAS lain, bahkan di ketahui lagi merupakan seorang dari seketaris partai Demokrat yang juga ikut serta ketika oknum KADES mengintimidasi dan mengintervensi terhadap ke 2 wartawan ketika berada diwarung samping depan Polresta kota Mojokerto, untuk tidak memberitakan keberadaan pabrik potong ayam yang ada di Desa Sawo kecamatan Jetis Mojokerto.

Hal ini jelas melanggar
Undang-Undang tentang Pers memberi sanksi kepada mereka yang menghalang-halangi kerja wartawan. Pasal 18 Undang-Undang tentang PERS menyatakan, “”Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berkaitan menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta.”

Namun hingga saat ini oknum KADES tersebut masih aktif menjabat dan tidak pernah ada teguran dari tingkat pemerintah baik dari camat maupun Bupati / Kota Mojokerto terkait kurang disiplinnya sebagai pemerintah Desa yang telah berbuat intimidasi terhadap wartawan yang bekerja sesuai kode etik jurnalis dimana wartawan  merupakan pilar ke 4 Demokrasi. (Jib)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed