oleh

Tetap Beraktifitas, Pemdes Legok Diduga Kuat Terima “Uang Pelicin” Dari Pengusaha Pasir

PASURUAN, faamnews.com-kasus sengketa tanah gogol di Dusun Legok Desa Legok Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan kian meruncing serta jadi sorotan banyak kalangan khususnya warga Dusun Legok sendiri.

Setelah adanya dugaan bahwasanya oknum di Pemdes Legok telah “embat” uang sewa lahan tanah gogol, muncul hingar bingar obrolan dikalangan warga Dusun Legok khususnya para ahli waris bahwasanya Pemdes Legok Juga diduga kuat menerima “uang pelicin”.

Dugaan adanya dana yang mengalir sebagai “uang pelicin” ke Pemdes Legok sendiri lantaran warga khususnya para ahli waris tanah gogol berasumsi demikian karena diketahui jikalau kontrak sewa lahan tersebut telah habis beberapa bulan lalu.

Pemdes Legok sendiri diduga melakukan pembiaran aktifitas usaha pasir itu karena diduga kuat telah menerima uang pelicin (gratifikasi) untuk tutup mata terhadap kegiatan usaha yang berada tepat di depan kantor balai desa.

Salah satu warga sekaligus ahli waris tanah gogol yang enggan disebutkan namanya pada Hari Sabtu (25/09/21) menyampaikan bahwasanya sewa lahan tersebut telah usai beberapa bulan lalu.

“Kontrak sewa lahan tanah gogol itu sudah over alias selesai beberapa bulan lalu tapi hingga kini usaha pasir itu masih beraktifitas,” ujar warga tersebut.

“Jangan-jangan mereka (Pemdes) telah terima uang pelicin (gratifikasi) agar usaha pasir itu tetap jalan meski sewa lahan sudah selesai,” imbuh salah satu warga.

Perlu diketahui bahwasanya para ahli waris tanah gogol di Dusun Legok di buat meradang lantaran mereka merasa di perdayai Pemdes setempat.

Kekecewaan para ahli waris tanah gogol sendiri bermula akan adanya sewa lahan tanah gogol mereka, yang akan di sewa oleh seorang pengusaha yang bernama Yeyen untuk usaha pasirnya.

Sekdes Desa Legok choiril machrus (iril) saat dikonfirmasi terkait adanya uang pelicin tersebut pada Hari Minggu (26/09/21) menyangkal hal tersebut.

“Ngapunten… Cuman yg perlu di garis bawahi selain di luar Sekdes saya juga ahli waris dari keluarga besar yang punya sebagian besar tanah Gogol,” ujar choiril machrus.

“Kesalah pahaman ini sudah kita selesaikan pada musyawarah kemarin, semua perwakilan ahli waris sudah sepakat dan sudah selesai,” lanjut iril panggilan akrab choiril machrus.

Kades Nur Salam sendiri saat dikonfirmasi di Hari yang sama menyampaikan hal serupa, menyangkal adanya uang pelicin (Gratifikasi ) agar usaha pasir tersebut tetap jalan.

“Pak kalau dari pak yeyen saya tidak menerima, mungkin kalau pak yeyen itu nitip uang karena sewanya belum sepakat dan pak yeyen mungkin kuat 20jt per tahun tapi pihak gogol minta 30jt,” ujar Kades Legok Nur Salam.

Sementara itu, Camat Gempol Thaufiqul Ghoni saat dikonfirmasi pada Hari Minggu (26/09/21) perihal carut marut sewa lahan gogol serta adanya dugaan “uang pelicin” yang diduga melibatkan oknum Pemdes Legok terkesan melindungi oknum dan terkesan menghindar lantaran setelah dikonfirmasi nomor awak media langsung di blokir. (por)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed