oleh

Terkesan Dipaksakan, Puluhan Desa di Jeneponto Ikuti Bimtek di Hotel Ibis Makassar

MAKASSAR,faamnews.com – Puluhan Desa di Jeneponto mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDES) tahun anggaran 2021, di hotel Ibis Makassar, jalan Maipa, No.9 Makassar.

“Pelatihan ini dilaksankan oleh Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Desa Kabupaten Takalar. Hanya saja, pelatihan ini terkesan dipaksakan, sebab, dilaksanakan mulai tanggal 28 sampai 31 desember 2021,” ucap Ketua Jaringan Penggiat Anti Korupsi (Jangkar) Sulsel, Sahabuddin Alle, Selasa (29/12).

Dimana menurut Sahabuddin Alle, seharusnya pelatihan ini dilaksanakan diawal bulan desember, bukan diakhir desember.

“Ini kan, bisa saja kepala Desa terbentur nanti pada saat dia dibuatkan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) di tahun 2020. Karena kegiatannya selesai di tanggal 31 desember,” cetusnya.

Hal ini juga dibenarkan oleh Ketua Panitia pelaksana Bimtek, Baharuddin. S.Ip, “Iya kami selaku PPID yang melaksanakan pelatihan Bimtek Region satu dan diikuti oleh 39 desa dengan jumlah peserta 60 orang yang dilaksanakan selama empat hari di hotel Ibis Makassar,” akunya, selala (29/12).

Baharuddin juga mengakui bahwa dia baru melaksanakan kegiatan tersebut karena dibulan desember ini, ada aturan versi baru dari Kementerian Desa (Kemendes). Dan anggarannya bersumber dari
Dana Pembagian Hasil Pajak (DPHP) Desa masing masing yang telah memasukan anggarananya pada saat melakukan pembahasan perubahan anggaran di Desa.

“Tidak semua Desa di Jeneponto yang mengikuti Bimtek, terkecuali Desa yang telah memasukan di perubahan anggaran
DPHP. Kami lakukan kegiatan ini dengan tujuan semua perangkat Desa di Jeneponto paham tentang aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes), sebab di tahun 2021 sistem ini diharuskan semua Desa paham,” ucap Baharuddin.

Baharuddin juga menambahkan bahwa pesertanya tidak merata setiap Desa, tergantung kemampuan anggarannya. Sehingga pesertanya dalam satu Desa, ada cuma satu, dua dan tiga orang yang mengikuti karena mereka bayar Rp.2 juta perorang, tambah Baharuddin.

Lap : Rahmayadi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed