oleh

Terbukti Lakukan Reklamasi Ilegal di Desa Ambat Tlanakan, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

PAMEKASAN, Faamnews.com – Setelah melalui proses panjang, Akhirnya Polres Pamekasan menetapkan satu tersangka dalam kasus tindak pidana Pengrusakan Mangrove dan Reklamasi ilegal di Desa Ambat, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur,  Sabtu, (26/12/2020)

Penetapan tersangka berdasarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) Nomor B/944/XII/RES.1.24/2020/Satreskrim Polres Pamekasan tertanggal 17 Desember 2020 tentang laporan dugaan tindak pidana pengrusakan lingkungan hidup.
2. LP-B/215/VII/RES.1.24/2020/RESKRIM/SPKT Polres Pamekasan tertanggal 2 juli 2020.

Tersangka diketahui sebagai Direktur Utama PT Wiraraja Madura-Marina Destination berinisial AG (47) asal Pamekasan

Kuasa hukum Pelapor dari Lembaga Pembela Hukum (LPH) Pamekasan Abdul Bari kepada awak media mengatakan, Penetapan tersangka oleh Polres Pamekasan sesudah melalui proses gelar perkara

Lebih lanjut Abdul Bari menjelaskan, dari hasil tersebut Polres Pamekasan telah menetapkan seorang tersangka atas dugaan tindak pidana Pemanfaatan Ruang dari Sebagian Perairan Pesisir yang tidak memiliki izin lokasi alias ilegal

“Kawan- kawan penyidik Polres Pamekasan telah menetapkan seorang tersangka atas dugaan pemanfaatan ruang dari sebagian pesisir yang tidak memiliki izin lokasi sebagaimana dimaksud pasal 75 jo, pasal 16 ayat 1 UU no 1 tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 27 tentang pengolahan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil dengan ancaman pidana penjara paling lama (3) tahun dan denda paling banyak Lima Ratus Juta Rupiah” ungkapnya, Sabtu, (26/12/2020)

“Semua proses kita percayakan pada pihak berwajib, dan kami akan tetap mengkawal kasus ini sampai benar-benar tuntas,” Pungkasnya

Sementara itu, salah seorang anggota Ormas Herman Felani berharap kepada Penegak hukum agar segera mencabut izin pendirian dan operasional PT. Wiraraja Madura-Marina Destination karena telah terbukti melakukan tindakan melawan hukum

“Kami apresiasi kinerja polres yang sementara ini menetapkan satu orang tersangka, kita akan tetap menunggu hasil pengembangan,” Kata Herman

“Dan kita tetap berharap pada pihak berwajib untuk sesegera mungkin menutup dan mencabut izin pendirian dan operasional Wiraraja,” Tukasnya. (Bsd/Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed