oleh

Tanggapan Dewan Pendiri Garda Mencegah Dan Mengobati (GMDM) Ibu ADV.,Elsye Chirstine AT., SH., Di Hari Kartini

-Opini-45 views

JAKARTA, faam news com – 21 april di pilih sebagai hari nasional karena merupakan hari lahir sang pahlawan nasional, Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat ( Kartni ).21 april 1879 .

Putri dari Bupati Jepara, Raden Mas Adipati Ario Sasroningrat dan istrinya ibu M. A. Ngasirah .

ADV. Elsye Christine AT,SH seorang wanita berprofesi seorang Advokad dan pernah juga di latih di lemhanas.”juga merupakan dewan pendiri GMDM yang bergerak di P4GN.” merupakan sosok kartini masa kini

Tingkatkan kreatifitas perempuan dan anak guna menopang pembangunan kepribadian bangsa.

Musim di dunia memang telah berganti.”di mana tidak dapat di pungkiri pandemi menjadi pemicu segala kehancuran hampir di segala lini juga di dunia anak, dalam bidang pendidikan.

Namun, harusnya pandemi jadi momentum perempuan menggali kreativitas, meningkatkan potensi & menggali knowledge seluas²nya dengan memanfaatkan tehnologi di gital demi mampu menjawab tantangan jaman di era milenial saat ini.” tidak ada kata cukup untuk menambah ilmu, apalagi kata menyerah dengan keterbatasan apapun.

Di mana jika kita juga seorang ibu, mari laksanakan perannya dengan sangat kreatif dalam menjalankan pola asuh didik anak di rumah, juga membantu anak belajar di rumah, demi anak² kita tidak lantas tertinggal pendidikannya karna keterbatasan belajar di sekolah.

Terkait permasalah narkoba, mengingat banyak penyalah guna narkoba merupakan perempuan.

Memang telah menjadi fenomena baru, pandemi meningkat pengguna narkoba juga meningkat. Pemicunya 3 hal :

1. Menjual Narkoba menjadi alternatif untuk mendapatkan uang banyak ditengah banyaknya korban PHK & banyaknya kantor, usaha dan sebagainya yang tutup.

2. Memakai Narkoba menjadi alternatif penghilang stres & mengusir rasa sepi.

3. Transaksi Narkoba jadi lebih sedikit mudah karna menilai makin lemahnya pengawasan di tengah pandemi.

Mirisnya survey membuktikan jumlah perempuan sebagai korban penyalahguna narkoba yang berhasil ditangkap di masa pandemi ternyata tidak kalah dengan jumlah pria yang di tangkap.

Juga tidak sedikit ibu² rumah tangga yang tertangkap sebagai dealer narkobanya dengan alasan kebutuhan keluarga di tengah pandemi.

Tapi yang pasti perempuan yang mengenali kekayaan potensi di dalam dirinya, pasti akan menghargai dirinya.

Sehingga dia tidak dapat di manfaatkan dengan kebutuhannya hingga merendahkan harga dirinya demi uang yang memenuhi kebutuhannya, walaupun penjara dan kehilangan keluarga menjadi konsekuwensinya.

Habis gelap terbitlah Terang. Itulah Visi RA Kartini dalam perjuangannya memberi semangat kemerdekaan untuk semua perempuan Indonesia di jamannya. Kemerdekaan dalam belajar,
Kemerdekaan dalam menentukan masa depan, Kemerdekaan beremansipasi dalam pembangunan bangsa.

Selamat hari Kartini semua perempuan Indonesia. Adv Elsye Christine AT, S.H (Pendiri Bakornas GMDM)

Sumber : Agus Karyanto

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed