Menu
Mengungkap Fakta, Mengawal Aspirasi

Sinergi Balai Besar Perbenihan Surabaya Dengan Pertanian BPP Sumbermanjing Wetan

Total views : 166
  • Bagikan

Malang,faamnews.com – Balai Penyuluhan Pertanian Sumbermanjing Wetan (BPP Sumawe) memfasilitasi pertemuan koordinasi dan sinergitas antara PPIU dengan Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Perkebunan Surabaya, dipimpin oleh koordinator penyuluh pertanian BPP Sumbermanjingwetan, Setiawan, SST., serta di hadiri DIT Kabupaten Malang, FA, Mobilizer, Fasmud serta petani milenial se Kecamatan Sumbermaniing wetan dalam peningkatan kapasitas penghasilan petani Kakao.

Kegiatan berlangsung pada Rabu (23/11/2023) pukul 09.00 WIB, bertempat di aula BPP Sumawe yang berlokasi di sebelah kantor Kecamatan Sumawe, Jl. Raya Argotirto, Desa Argotirto, Kecamatan Sumawe, Kabupaten Malang.

Menurut Setiawan, kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi petani yang memiliki keterampilan dan keahlian teknis budidaya di lapangan, yang mana sangat berpengaruh saat melakukan kegiatan pembinaan dan pendampingan kepada petani.

Ia menambahkan, masalah utama kakao di Indonesia adalah, selain rendahnya produktivitas, mutu biji kakao yang dihasilkan tergolong rendah di pasaran dunia. Umumnya kakao yang dijual berupa biji kering tanpa fermentasi.

“Kami berharap, petani disini bisa meningkatkan pendapatan dengan pembelajaran teknik pengolahan biji kakao ini,” harap Setiawan.

Theobroma cacao ialah nama latin dari pohon Kakao. Suhu terbaik untuk tanaman ini antara 29-31 °C dan suhu minimumnya antara 19-22 °C. Tanaman tersebut sangat cocok pada curah hujan rata-rata 1.350-1990 mm/th. Pada lahan kering, tanaman ini bisa tumbuh optimal jika ada air irigasi.

Indonesia merupakan salah satu penghasil Kakao, namun sayangnya produktifitas dan kualitas di Indonesia masih rendah dibandingkan negara-negara tropis di Afrika. Hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan petani untuk mengolah Kakao saat pasca panen. Biji tanaman ini, yang baik biasanya melewati metode fermentasi dan kemudian dikeringkan.

Sebagian besar petani Kakao tidak melakukan metode fermentasi sehingga kualitas produk yang dihasilkan di Indonesia masih rendah.

“Maka dari itu dilakukan penyuluhan tanaman Kakao, yaitu dari segi pengendalian hama penyakit, pemupukan, pemangkasan untuk meningkatkan produksi dan kualitas Kakao Indonesia,” ucap Setiawan.

Lebih lanjut dijelaskannya, saat memanen Kakao sebaiknya tidak diputar dan tidak boleh ditarik, karena dapat merusak tumbuhnya tanaman kakao. Proses pemangkasan tanaman ini sangat optimal diawal musim hujan. Pohon kakao jangan terlalu rimbun daunnya, karena sinar matahari tidak bisa masuk langsung ke pohon kakao.

“Saat pemupukan, pupuk jangan terlalu banyak dan untuk dosis harus disesuaikan serta tepat sasaran. Pupuk sangat baik ditabur mengelilingi pohon di atas tanah, tidak perlu di dalam tanah karena yang menyerapnya yakni akar serabut dan akar yang tidak terlalu dalam,” terangnya.

Tanpa naungan yang baik, pertumbuhan tanaman Kakao akan sulit  keberhasilannya. Persiapan lahan serta naungan sebaiknya menggunakan tanaman bernilai ekonomis, contohnya : pohon kelapa, mahoni, pohon jarak atau pun tanaman semak lainnya yang bernilai ekonomis. Sehingga stomata pada daun kakao akan membuka lebih banyak lagi jika sinar matahari masuk lebih besar.

Air yang cukup dan unsur hara sangat dibutuhkan pada tanaman ini. Kakao bisa tumbuh pada berbagai jenis tanah, jika persyaratan kimia dan fisik terpenuhi maka Kakao bisa tumbuh dengan baik dan maksimal. Keasaman tanah, kejenuhan basah kadar zat organik, kapasitas adsorbsi merupakan sifat kimia yang harus diperhatikan. Faktor fisiknya adalah, kedalaman efektif, struktur, konsentensi tanah tinggi permukan air tanah, drainse.

“Biji kakao mentah harus diproses dahulu sebelum dibuat cokelat seperti yang ada di pasaran. Pada proses ini, pengeringan dilakukan selama beberapa hari dan maksimal selama seminggu. Saat dikeringkan, biji kakao harus dibolak-balik agar kering lebih merata,” paparnya.

Setelah kering, berat biji Kakao berkurang, aromanya lebih kuat warnanya menjadi lebih cokelat. Setelah melalui proses tadi, biji ini bisa diolah menjadi cokelat seperti di pasaran. Pengolahannya harus dilakukan dengan mesin.

banner 325x300
Penulis: Roni/red
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.