oleh

Sidang  Memanas Penggugat Perkuat Dengan Menghadirkan Dua Saksi

SURABAYA, faamnews.com – sidang perkara tanah dengan nomer perkara 352/Pdt.G/2021/PN.Surabaya terus bergulir hingga sidang pembuktian saksi.    Kamis 06/01/2022

Sidang lanjutan sengketa tanah tambak di Mulyosari Surabaya Kali ini pihak Soetopo selaku pemilik hak tanah menghadirkan dua saksi diantaranya adalah Abdul Kholik selaku ketua RW 05 RT 01 yang menjabat 3 periode dan Muhammad Rifai Sebagai Pengawas internal obyek sengketa penggugat.

Dalam keterangannya, Kholiq selaku saksi satu memberikan penjelasannya dihadapan majelis hakim bahwa dirinya mengetahui asal muasal tanah Soetopo dari teman bermain sejak kecil.

“Jadi awalnya tanah tambak tersebut milik dari Mutmainah yang merupakan ibu dari teman saya sejak kecil yakni Sahlan, lantas tanah tersebut dijual kepada Soetopo dan tambak tersebut dijaga oleh dua orang,” terang Holiq di hadapan persidangan.

Lantas saat ditanya oleh Hakim perihal adanya persengketaan tanah dirinya tidak mengetahui atas apa yang terjadi.

“Jadi saat dua penjaga tambak milik Soetopo meninggal, saya tidak tahu kok tiba tiba menjadi cafe, karena mereka tidak pernah meminta ijin kepada saya meskipun saya ini sebagai ketua RW,” imbuhnya.

Diwaktu yang sama saksi dua Muhammad Rifai dalam persaksiannya mengetahui adanya petok D sebanyak dua Persil saat ditunjukkan oleh istri R.Soetopo 2019 lalu, Persil 10 dan 11 yang sama sama atas nama R.Soetopo atau Mostofa dengan luas Persil 10 ( 790m ) Persil 11 ( 470 ).

” ada dua Persil ,Persil 10 ( 790 ) Persil 11 ( 470 ) namun ada orang bernama Heru yang mengklaim lahan tersebut , bahkan sempat merusak pagar yang dibangun oleh istri R.Soetopo untuk memasukkan alat berat guna meratakan tanah di objek sengketa”. Jelasnya

Usai persidangan berlangsung, impi Yusnandar selaku kuasa hukum dari keluarga Soetopo juga sangat menyayangkan atas apa yang telah menimpa kepada kliennya.

“Mestinya pihak BPN II Surabaya sudah membatalkan SHM atas nama Bakri yang penerbitannya cacat hukum karena Bakri terbukti memalsukan tanda tangan R.Soetopo selaku pewaris”. Ujarnya

“Namun hingga gugatan ini diajukan ke PN, BPN tidak ada keberanian untuk melakukan wewenangnya membatalkan SHM atas nama Bakri, padahal sudah ada peraturan Mentri untuk BPN membatalkan putusannya sendiri karena cacat hukum secara administratif sesuai Pasal 107 Permen Agraria/BPN 9/1999 ” . Imbuhnya

Karena menurutnya, Soetopo tidak pernah memperjualbelikan tanah miliknya tersebut, jadi dirinya sangat berharap agar BPN mau membatalkan SHM yang terbit atas nama orang lain.

“Saya harap BPN melakukan terobosan agar lebih memperhatikan keabsahan surat Soetopo yang tidak pernah memperjualbelikan kepada pihak H. Bakrie dan mau membatalkan demi asas hukum,” pungkasnya usai sidang.

Sementar Justine Malau S.H, M.H, M.Kn.
selaku penasehat hukum tergugat dua sampai sepuluh tidak banyak komentar saat diwawancarai media ini.

” kita tolak tidak ada nilainya , karena perkara ini sudah dua kali sampai PK dan PTUN sekali dan pihak lawan kalah semua , digugat lagi dengan mengatasnamakan anaknya untuk menghindari  ne bis in dem”. Pungkasnya  Red : ( ZAIN )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed