Menu
Mengungkap Fakta, Mengawal Aspirasi

Seminar Nasional HDKD Ke-78, Lapas Cilegon Dukung Berlakunya Hukum yang Hidup di Dalam Masyarakat

Total views : 324
  • Bagikan

Banten,Faamnews.com– Kalapas Cilegon Enjat Lukmanul Hakim yang hadir dalam kegiatan Seminar Nasional Hari Dharma Karyadhika (HDKD) Ke-78 turut mendukung berlakunya Hukum yang Hidup di dalam Masyarakat.

Enjat mengatakan, pihaknya Hakim menanggapi positif dan mendukung keberlakuan hukum yang hidup (living law) sebagai sumber tindak pidana. Karena menurut Enjat, living law merupakan satu kesatuan dari kualifikasi tindak pidana yang berlaku di Indonesia.

Melalu Link Zoom Meeting, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cilegon, mengikuti acara Seminar Nasional bertema ‘Menyongsong Berlakunya Hukum yang Hidup Dalam Masyarakat Berdasarkan UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Kegiatan tersebut, digelar di Aula Graha Pengayoman Kemenkumham, Kuningan, Jakarta, Senin (24/7/2023).

Dalam seminar yang digelar, seluruh peserta adalah semua pihak yang berkaitan dengan proses pembentukan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tata Cara dan Kriteria Penetapan Hukum yang Hidup Dalam Masyarakat, baik dari kementerian/lembaga organisasi pemerintah, akademisi, serta masyarakat umum.

Hal tersebut bermaksud agar pemerintah, khususnya Kemenkumham dapat menjaring masukan dari berbagai pihak atas materi muatan yang perlu dimuat pada Peraturan Pemerintah (PP) yang akan dibuat, tentang Tata Cara dan Kriteria Penetapan Hukum yang Hidup Dalam Masyarakat.

“Kita membatasi, satu tidak boleh bertentangan dengan pancasila, dua tidak boleh bertentangan dengan undang-undang dasar. Lalu kami menambahkan, satu tidak boleh bertentangan dengan HAM, lalu berdasarkan prinsip-prinsip ilmu hukum yang diakui oleh bangsa-bangsa yang beradab di dunia,”ujar Wakil Kemenkumham Edward Omar Sharif Hiariej.

banner 325x300
Penulis: Riika nengsih
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.