oleh

SDN Watukosek Gempol Diduga Lakukan “Pungli Ilegal” Jual Beli LKS

PASURUAN, faamnews.com – Dugaan adanya jual beli LKS di beberapa sekolahan Negri di Kabupaten Pasuruan kembali menjadi sorotan, tak terkecuali di SDN Watukosek Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan, yang menjadi Sorotan aktifis pegiat dunia pendidikan LSM GP3H yang di komandoi Anjar Supriyanto, SH.

Dugaan adanya jual beli LKS sendiri seakan kembali menampar muka dunia pendidikan di Kabupaten Pasuruan yang sudah “bobrok” oleh kelakuan beberapa oknum pengajar sekolahan Negri, yang pada akhirnya kredibilitas serta ketegasan Kepala Dinas pendidikan Kabupaten Pasuruan patut dipertanyakan terkait hal tersebut.

Meski sudah dilarang oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan atas dasar himbauan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menjadi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makariem, beberapa Sekolahan Negri masih memanfaatkan jual beli buku LKS untuk dijadikan penghasilan tambahan.

SDN Watukosek sendiri diduga kuat MEWAJIBKAN anak didiknya untuk membeli lembar kegiatan sekolah (LKS) dengan harga yang fantastis, Keuntungan yang melimpah sendiri menjadikan berbagai alasan SDN Watukosek untuk tetap memerintahkan siswanya untuk beli buku LKS.

Larangan sekolah menjual LKS pada siswa itu diatur dalam Pasal 181 Peraturan Pemerintah No 17 tahun 2010 yang menerangkan bahwa “penyelenggara dan tenaga pendidik, baik perorangan maupun kolektif dilarang menjual buku pelajaran, perlengkapan pelajaran, bahan pelajaran, serta pakaian seragam di tingkat satuan pendidikan”, dan aturan tersebut juga tercatat dalam Permendikbud Nomor 8 tahun 2016 tentang buku yang digunakan oleh satuan pendidikan.

Ketua LSM PG3H Anjar Supriyanto, SH pada awak media menyampaikan “tidak semua sekolah mematuhi larangan tersebut tak terkecuali SDN Watukosek, terbukti dengan sejumlah wali murid yang mengeluhkan dan melaporkan praktek jual beli LKS tersebut pada dirinya,” papar Anjar.

“Kepala Dinas terkait harus bisa bertanggung jawab atas kelalaian dan kurangnya pengawasan pada sekolah -sekolah yang ada di Kabupaten Pasuruan, dalam hal ini Kepala Dinas harusnya memberikan sanksi tegas jika perlu Kepala Sekolah tersebut diberhentikan, karena mengabaikan Peraturan Pemerintah.”

” Miris melihat dunia pendidikan saat ini khususnya di Kabupaten Pasuruan, yang dinilainya banyak oknum baik pengajar maupun pegawai dinas sendiri yang bermain-main memperjualbelikan buku LKS dengan berbagai modus dan alibinya,” lanjut Anjar.

kepsek SDN Watukosek Nuryani, saat dikonfirmasi awak media pada Hari Senin (06/09/21) enggan dikonfirmasi dan terkesan menghindar, dan chat WhatsApp hanya dilihat tanpa dibalas meski sudah dibaca.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan Dra. NINUK IDA SURYANI, M.Si. saat dikonfirmasi melalui chat WhatsApp pada Hari Senin (06/09/21) terkait adanya dugaan jual beli LKS belum memberikan statemen apapun. (por)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed