Menu
Mengungkap Fakta, Mengawal Aspirasi

RDP di Kantor DPRD Kota Makassar, Menuai Tanggapan Pedas Dari Kalangan Pedagang, Ini Penyebabnya :

Total views : 670
  • Bagikan

MAKASSAR,FAAM Polemik lapak blok Cokroaminoto yang kini di bahas di ruang rapat dengar pendapat kini menuai sorotan dari beberaoa pedagang pasar sentral utamanya mengenai pembangunan lapak yang baru. Namun bangunan lapak tersebut dituding oleh H Mukclis bahwa lapak di depan di tuding bahwa Komisi B Fraksi Hanura, pedagang saya liat lebih minat dengan lapak yang baru di bangun ini, ucap H Mukclis di ruang rapat dengar pendapat.

Hal itu langsung di tepis para pedagang bahwa, kenapa pak dewan bicara demikian ke kami, hal itu tak benar pak, ucap pedagang kami kemari ke DPRD guna di terima aspirasi kami bukan malah di tuduh mau memiliki lapak yang baru pak, Sanggah pedagang pada saat RDP, Rabu (13/12/2023)

Kami bersama pedagang yang lainnya ke DPRD guna mendapatkan solusi bukan mau adu argumen dan saling menuduh pak, dan jika kami tak di berikan solusi akan kehadiran lapak baru tersebut maka kami menganggap bahwa Rapat ini tak ada gunanya buat kami hal demikian kami katakan karna harusnya bapak selaku Dewan Perwakilan Rakyat tak bisa memberikan kami solusi maka kami anggap bapak gagal menjadi anggota DPRD, ulas pedagang diruang RDP

Adapun yang lebih menariknya lagi, hasil pantaun media ini, sempat pula membahas persoalan utang piutang yang selama ini belum di lunasi para pedagang, namun salah satu pedagang menyanggah bahw kami bukannya tak mau bayar namun kondisi kami saat ini tal stabil didalam berdagang makanya hingga saat ini pembayaran lapak kami belum kami lunasi, hasil debatnya

Disisi lain pula kami ucap pedagang, penjualan kami disini belum stabil kenapa ada lagi lapak yang di bangun didepan tempat parkiran kendaraan untuk para pengunjung jika pembangunan lapak tersebut berlanjut maka nyakinlah bahwa tak ada pembeli yang mampir karna tempat parkiran mereka tak ada, sambung pedagang

Didepat ini pula sempat di lontarkan oleh pengembang lapak pasar sentral Zul bahwa kenapa saya membangun lapak di depan dari lapak blok Cokroaminoto karna saya merugi ucap Zul karna saya merugi saya belum dapatkan dana saya sejak membangun lapak tersebut, dan dana saya masih ada 1 M lebih, makanya saya membangun lapak yang baru ini guna menutupi dana saya yang belum terpenuhi, ucap Zul pengembang

Hal demikian pula di sanggah oleh salah satu pedagang pasar sentral bahwa secara logika pak, jika pembangunan lapak baru tersebut terbangun maka kami selaku pedagang yang terlanjur di dalam blok Cokroaminoto maka kami nggak usa bayarkan sisa uang lapak kami yach pak, dan jika hal itu di setujui maka kami tidak melarang dengan adanya pembangunan lapak tersebut.

Perdebatan di rapat dengar pendaoat ini makin seru ketika salah satu pedagang yang berstatus ibu rumah tangga ini memukul meja hingga berkata di hadapan H Mukclis dan Direktur Utama PD Pasar mengatakan bahwa kami kemari membutuhkan penyampaian hasil dari pertemuan ini bukan untuk berdebat seperti ini, yang kami harapkan. agar lapak yang baru terbangun tersebut di hentikan dan di bongkar karna jika di lanjutkan tak ada solusinya, ucap pedagang sambil emosi

Pokok kami berharap agar kami mendapatkan solusi di Rapat Dengar Pendapat ini, bukan lainnya,ucap pedagang namun dari hasil pantauan media ini dari hasil rapat dengar pendapat ini, tak mendapatkan hasil dari keinginan para pedagang yaitu lapak baru di blok Cokroaminoto di tiadakan namun H Mukclis selaku pemimpin rapat ini mengatakan di hadapan para pedagang agar mengikuti keinginan dari pihak Direktur Utama serta pemgembang jika inginkan solusi.

(R-2)

banner 325x300
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.