oleh

Proyek Pavingisasi di Kelurahan Kolpajung Diduga Dikerjakan Asal Hasil, Begini Kata Ketua BKM

PAMEKASAN, faamnews.com – Proyek pavingisasi yang berlokasi di Jl. Gatotkoco Gang 4 RT:02 RW:03 Kelurahan Kolpajung Pamekasan, diduga dikerjakan asal hasil

Pantauan media ini di lokasi, jalan yang di paving sejatinya merupakan jalan yang sudah di aspal, padahal masih ada sejumlah titik yang sangat membutuhkan perbaikan jalan seperti di pinggiran kali yang tak jauh dari lokasi tersebut yang hingga kini belum ada tanda-tanda akan diperbaiki, Minggu, (10/10/2021)

Hal itu sebagai indikasi bahwa pekerjaan tersebut diduga untuk meminimalisir membengkaknya pengeluaran anggaran sehingga laba yang di hasilkan semakin gendut

Selain itu, pada dasar pemasangan paving tidak menggunakan pasir standar melainkan menggunakan abu sirtu, hal itu diprediksi akan cepat rusak

Tidak hanya itu, sebelum pemasangan paving yang seharusnya dilakukan pemadatan dengan mesin Woles namun dalam pekerjaan tersebut tidak, akan tetapi paving langsung dipasang

Tidak cukup sampai disitu saja, di lokasi pekerjaan tidak tampak Papan informasi terpasang, sehingga masyarakat tidak tahu perihal pekerjaan tersebut, berapa Volumenya, dari mana pekerjaan dan berapa besaran anggarannya

Salah seorang warga yang tak jauh dari lokasi mengaku keberatan atas pekerjaan tersebut

“Disitu kan sudah bagus mas, kenapa tidak ditempatkan di sinissini yang lebih urgen, seperti di pinggir kali itu masih ada yang belum di aspal dan di paving kok malah yang masih bagus yang di paving,” ujarnya

Disoal siapakah pemilik pekerjaan tersebut, bapak dua orang anak itu mengaku tidak tahu

“Kalau itu saya gak tahu mas, silahkan tanya ke pak lurah, beliau pasti tahu,” kata dia

Sementara itu Lurah Kolpajung Hasim mengatakan, bahwa pekerjaan tersebut merupakan program pusat untuk “Kotaku”

“Itu dari kementrian pak,” terang Lurah Kolpajung melalui sambungan selulernya. Minggu, (10/10/2021)

“Kalau soal pakai abu sirtu saya gak tahu, lebih jelasnya silahkan langsung ke BKM nya saja saudara Somad.” imbuhnya.

Di hubungi melalui telepon selulernya, Ketua Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Abd Somad membenarkan bahwa di bagian dasar menggunakan tanah urukan, namun setelah tanah urukan yang menggunakan abu sirtu kata dia juga dilapisi pasir hitam setinggi 7Cm

“Ya jadi setelah tanah urukan itu kita gunakan pasir kalau di RAB itu pasirnya 5Cm mas, tapi kita gunakan sampek 7Cm,” terang Samad

Soal mengapa tidak di tempatkan di jalan yang lebih urgen seperti di pinggiran kali, somad menjelaskan bahwa program tersebut merupakan program berkelanjutan dalam rangka penuntasan tempat kumuh

“Jadi ini merupakan kelanjutan dari program yang sebelumnya, yakni kita menuntaskan, jadi titik 0% nya memang disitu, kalau papan informasi sudah ada kok, tapi dipasang di RT22 karena program tersebut bukan hanya Paving, tapi banyak, ada taman, PJU dll,” ungkapnya

“Jadi pekerjaan itu dikerjakan oleh KSM pak Zaini,” imbuhnya. (Alfan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed