Menu
Mengungkap Fakta, Mengawal Aspirasi

Polusi Udara Bau “Bangkai” Busuk Menyelimuti Kawasan Rembang

Total views : 473
  • Bagikan

PASURUAN, faamnews.com- Pasuruan yang dikenal sebagai kawasan segi tiga emas bagi para pengusaha sekaligus investor tampaknya bertambah satu predikat yang layak di sandangnya yakni sebagai kawasan sejuta limbah.

Predikat tersebut tampaknya layak di sandang lantaran banyaknya problematika persoalan limbah baik udara, air dll yang terus dikeluhkan warga/masyarakat akibat tidak adanya perhatian serius dari instansi terkait baik Kabupaten maupun provinsi.

Setelah digemparkan oleh kegiatan pembuangan limbah dari PT. Satoria beberapa waktu lalu hingga terbukti telah melanggar pembuangan limbah melebihi baku mutu yang telah ditetapkan, kembali terjadi keluhan warga/masyarakat terkait adanya limbah udara berupa bau busuk seperti bangkai yang diduga kuat dari salah satu perusahaan yang berada di kawasan PIER industri di Rembang.

Informasi yang dihimpun awwk media bahwasanya Bau “bangkai” busuk yang menyelimuti kawasan Rembang tersebut diduga kuat dari salah satu perusahaan pengolahan tulang di kawasan PIER dan berlangsung sudah lama tanpa ada tindakan nyata dari instansi terkait.

Keluhan warga/masyarakat sendiri diketahui sudah sejak lama terjadi, lantaran bau “bangkai” busuk tersebut setiap hari mereka rasakan yang tentu sangat mengancam kesehatan.

“Sangat berbanding terbalik dengan motto Kabupaten Pasuruan “Maslahat” hingga warga/masyarakatnya menderita tanpa ada penyelesaian yang konkret dari instansi terkait,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

“Setiap hari bau “bangkai” busuk sangat menyengat, itu kita rasakan dan hirup setiap harinya,” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, direktur PUS@KA (Pusat Studi dan Advokasi Kebijakan) Lujeng Sudarto merasa prihatin atas apa yang dirasakan warga/masyarakat terdampak limbah bau “bangkai” busuk tersebut

“Kejadian ini harus menjadi perhatian serius Pemerintah, dan saya akan segera melaporkan kejadian ini ke DLH Jatim,” ujar Lujeng.

Kita bukan anti terhadap investasi karena itu bisa mengangkat perekonomian di Kabupaten Pasuruan, namun jangan sampai perusahaan itu mencemari lingkungan yang mengganggu kenyamanan warga.

Lujeng menambahkan jika dirinya tidak anti terhadap investasi yang ada di Pasuruan. Namun, Direktur Pusaka itu tak setuju jika investasi itu merusak lingkungan atau kenyamanan warga.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan Heru saat dikonfirmasi awak media melalui aplikasi WhatsApp masih belum menjawab meski pesan nampak sudah terbaca. (por/red)

banner 325x300
Penulis: Por/red
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.