oleh

POLRES PELABUHAN TANJUNG PERAK SURABAYA: Ungkap Kasus Gara-gara Cekcok Mulut. Seorang pemuda Tewas Diteriaki Maling

-Hukum-154 views

SURABAYA. Faamnews.com | Polres pelabuhan tanjung perak AKBP Ganis Setyaningrum dan wakapolres Kompol  Wahyu Hidayat di dampingi Kasat Reskim Iptu. Gananta, gelar konferensi pers di halaman Mapolres. Rabu (28/042021)

Mengenai ungkap kasus pengeroyokan  terhadap korban hingga meninggal dunia di TKP, tepatnya di jalan Kalimas Baru Gg.3 Surabaya pada tanggal 19 – April – 2021

Korban yang diketahui berinisial  Zainal Fatah (ZF) yang masih kuliah di salah satu Kampus di Surabaya, datang menemui kelompok pelaku untuk mengkonfirmasi mengenai kejadian salah paham saat di TKP.

Korban langsung disambut oleh kelompok pelaku, yang Saat ini menajdi tersangka bernisial AG, umur 23 th dan MI umur 20 th, langsung melakukan pengeroyokan terhadap korban di TKP dengan menggunakan tangan kosong namun sebagian menggunakan beberapa benda yang di ketahui berupa jenis pipa paralon dan batu sehingga korban tidak sadarkan diri hingga mengalami pingsan di tempat kejadian perkara (TKP) dan para pelaku juga merampas milik korban beserta isinya berupa 2 unit Handpone serta uang tunai sebanyak 900.000 (sembilan ratus ribu rupiah) milik korban yang sempat di ambil pelaku.

Akibat korban mengalami kritis, korban dibawa oleh beberapa warga bersama keluarganya ke salah satu rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan insentif. Sepulang dari rumah sakit Korban datang kekantor kepolisian polres pelabuhan tanjung perak untuk melaporkan kejadian tersebut

Ket.foto barang bukti yang berhasil di amankan oleh kepolisian polres pelabuhan tanjung perak surabaya

Namun nasib buruk menimpa korban setelah beberapa hari akhirnya korban meninggal dunia

Dalam konferensi pers AKBP Ganis Setyaningrum menerangkan,”” Telah berhasil mengamankan dua orang tersangka, pelaku pengeroyokan, dimana tersangka ini melakukan pengeroyokan terhadap korban inisial ZF usia 25 th, berawal dari adanya dua kelompok. Mengadakan patroli saur, jadi mereka membangunkan warga untuk saur, ada dua kelompok, dipertengahan jalan mereka bertemu dan terjadi pencekcokan kemudian karena salah satu kelompok ini jumlahnya kecil kemudian dia mencoba untuk melakukan mengadu pada seniornya, nah disitu akhirnya datang lagi terjadi pencekcokan lagi, dan ada salah satu provokator yang meneriaki dengan teriak maling, akhirnya kemudian kelompok kecil Ini lari yang jumlahnya kecil, dimana kelopak kecil ini adalah kelompoknya dari korban namum karena dari korban ini terjatuh, kemudian oleh masa yang tadi salah satu kelompok tadi akhirnya dilakukanlah terjadi pemukulan, dan secara spontan warga melakukan pemukulan terhadap pada korban tersebut, dengan dasar dengan teriakan maling tadi, nah disini dari korban dipukuli baik itu dengan tangan kosong kemudia mengunakan batu, kemudian ada yang menggunakan pipa, dan setelah melakukan pengeroyokan, korbanpun uangnya di ambil oleh pelaku dan Handpone juga punya korban diambl. Selanjutnya dengan kejadian tersebut langsung dilaporkan ke polres pelabuhan tanjung perak, kemudian berhasil di tindak lanjuti dan saat itu korban langsung dibawa kerumah sakit, pada saat dirumah sakit Korban memang mengalami beberapa luka dan memar-memar namun korban sempat memberikan keterangan, pada saat itu kejadian pada tanggal 19 april 2021, tepatnya hari senin sekitar jam 2 pagi. Jelas AKBP Ganis Setyaningrum

Lanjut AKBP Ganis, “”kemudia dari korban ini sempat dirawat beberapa hari dirumah sakit dan pada tanggal 23 april 2021 tepatnya hari jum’at, setelah sholat jumat itu korban meninggal dunia dan ini kami sudah mengamankan beberapa barang bukti diantaranya dari hasil perampasan dari pelaku. Ungkap Ganis

Adapun barang bukti yang diamankan unit Reskim polres pelabuhan tanjung perak. 1 (satu) buah tas milik korban 2 (dua) unit HP milik korban, uang tunai sebanyak 900.000 ribu milik korban
1 (satu) buah baju warna orange milik pelaku 1 (satu) buah baju warna merah milik korban, 1 (satu) buah celana warna biru dongker milik korban, 1 (satu) buah pipa yang digunakan untuk memukul, 2 (dua) buah batu cor digunakan untuk melempar, 1 (satu) buah tutup bak atau ember digunakan untuk memukul, 1 (satu) buah ember sampah digunakan untuk memukul

Kini tersangka pidana dengan pasal 170 ayat 2 ke 3 KUHPidana dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. (Jib)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed