Polres Pasuruan Kota Panggil Beberapa Saksi Dugaan Pungli PTSL Desa Warungdowo

Total views : 407
  • Bagikan

PASURUAN, faamnews.com-Satreskrim Polres Pasuruan Kota terus melakukan pendalaman serta mengumpulkan bukti-bukti adanya dugaan pungli dalam Program Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Warungdowo Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan.

Diketahui pula bahwasanya Satreskrim Polres Pasuruan Kota telah memanggil beberapa saksi untuk dimintai keterangan terhadap adanya dugaan pungli dalam Program Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sebesar 4 juta tersebut.

Hal itu diketahui saat awak media konfirmasi Satreskrim Polres Pasuruan Kota perihal perkembangan kasus dugaan pungli yang menjadi atensi Kapolresta Raden Jauhari pada Hari Rabu (23/02/22).

Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota AKP Bima Sakti Putra Laksana pada awak media memaparkan bahwasanya dalam kasus dugaan pungli program PTSL di Desa Warungdowo tersebut pihaknya sudah memanggil beberapa saksi untuk dimintai keterangan.

“Kita sudah memanggil beberapa saksi untuk dimintai keterangan terkait dugaan pungli PTSL tersebut, dan kita juga memanggil pihak-pihak tertentu untuk minta klarifikasi terhadap adanya dugaan pungli PTSL itu sendiri,” ujar Kasatreskrim Polresta AKP Bima.

Sayangnya Kasatreskrim Bima enggan merinci secara gamblang ada berapa saksi yang dipanggil serta siapa saja yang dimintai klarifikasi terkait kasus yang menghebohkan itu.

“Kasus dugaan pungli program PTSL di Desa Warungdowo menjadi atensi serius Kapolresta Pasuruan, maka dari itu jajarannya sudah turun ke lokasi dan beberapa saksi sudah di panggil ke kantor Polresta untuk dimintai keterangan dan klarifikasi seputar hal tersebut,” imbuh Kasat Bima.

Dugaan pungli dalam Program Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Warungdowo sendiri diduga banyak melibatkan oknum dalam pusaran kasus yang cukup menghebohkan masyarakat se-Pasuruan Raya.

Diberitakan sebelumnya, dalam Program Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Warungdowo Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan diketahui menuai gejolak di warga dikenakan biaya sebesar 4 juta bagi sekitar 44 warganya.

Sementara itu, Kabid TU BPN Kabupaten Pasuruan Sukardi pada awak media menjelaskan bahwasanya manakala peserta program PTSL dikenakan biaya lebih dari ketentuan maka itu bisa dikatakan pungli, dan menyalahi aturan.

“Kalau memang peserta program PTSL Warungdowo dikenakan biaya sebesar 4jt itu buat apa saja, tentu di Desa tersebut ada kepanitiaan yang sudah dibentuk, dan kalau tidak jelas peruntukannya itu menyalahi aturan (pungli),” papar Sukardi.

Mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri, yakni Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR), Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (DPDTT), dimana besaran penarikan biaya PTSL adalah sebesar Rp150 ribu.

“Adapun biaya lain sesuai Perda masih diperbolehkan namun harus melalui mekanisme musyawarah mufakat, apabila ada biaya tambahan selain itu, maka tidak diperbolehkan,” pungkas Sukardi. (por)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.