oleh

Polres Mojokerto Gagalkan Peredaran Uang Palsu

-Hukum-53 views

MOJOKERTO, faam news.com – Polisi menggagalkan peredaran uang palsu senilai Rp 40 Juta. Selain menangkap seorang yang di duga menjadi pengedar upal, polisi juga mengamankan seorang Kepala Desa asal Nganjuk yang terlibat dalam kasus upal tersebut.

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, tim gabungan Satreskrim Polres Mojokerto mengungkap kasus peredaran uang palsu sebesar Rp 40 juta rupiah. Kasus ini terungkap berawal dari adanya laporan masyarakat bahwa banyaknya peredaran upal pecahan Rp 100 ribu di wilayah Kecamatan Dlanggu, Mojokerto.

Kemudian tim gabungan Polres Mojokerto bersama Polsek Dlanggu langsung melakukan penyelidikan.

“Petugas mengamankan seorang pria bernama Setyawan (46) warga Dusun Tukangan, Desa/Kecamatan Gudo, Jombang,” kata Dony kepada wartawan, Senin (1/3).

Pelaku di amankan di Dusun Pekingan Desa Sumbersono, Kecamatan Dlanggu.

Menurut Dony, pelaku menawarkan upal kepada orang lain dengan perbandingan 1 di bagi 5 sebanyak Rp 40 juta pecahan Rp 100 ribu.

Setiap Rp 1 juta uang asli akan di tukar dengan uang palsu senilai Rp 5 juta, dan dalam setiap transaksi, pelaku pengedar upal ini mendapatkan keuntungan 20 persen sesuai nilai transaksi.

Uang palsu pecahan Rp 100 ribu ini di edarkan ke masyarakat di lakukan dengan cara di selipkan bersama uang asli. “Dari hasil pengembangan, ada beberapa warga yang kita amankan. Salah satunya adalah Kepala Desa di wilayah Kabupaten Nganjuk,” terang Dony.

Kepala Desa asal Nganjuk beserta barang bukti langsung di limpahkan ke Polda Jatim. Saat ini sudah di lakukan penahanan serta pengembangan oleh Polda Jatim.

Sementara atas perbuatannya, tersangka di jerat pasal 36 UU No. 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun penjara dan pidana denda maksimal Rp 50 miliar. (TIM)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed