oleh

Polres Kabupaten Blitar mengamankan tersangka dukun Cabul asal Kecamatan Kademangan.

Blitar Feams News – Jumlah korban NH (43) dukun cabul asal Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar di duga tidak hanya mencabuli korban berinisial AS saja.

Laki-laki bujangan yang buka praktik sebagai ahli pijat syaraf itu, juga pernah mencabuli tiga orang kakak kandung AS.

Bahkan ibu korban juga pernah menjadi korbannya. “Total ada lima orang. Termasuk kakak dan ibunya,” tutur tersangka NH di Polres Blitar , Rabu (13/1/2021).

Tersangka NH membuka praktek pengobatan alternatif di Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan dan sudah lama mempromosikan diri sebagai ahli pijat syaraf yang mampu mengobati berbagai macam penyakit.

Aksi bejatnya terungkap setelah di laporkan mencabuli korban yang masih berusia 17 tahun. Peristiwa tersebut terjadi pada 14 November 2020 lalu. Korban yang juga berstatus pelajar mendatangi tempat praktek pelaku. Korban membayar Rp 3 juta. Dengan modus ada penyakit kista dan di lakukan pengobatan, pelaku menyetubuhi korban.

Persetubuhan tersebut di lakukan tidak hanya sekali. Begitu di laporkan pihak keluarga dan di lakukan pemeriksaan, polisi langsung meringkus pelaku.

Dalam pemeriksaan, pelaku mengakui semua perbuatannya. Bahkan ia mengatakan korbannya tidak satu orang. Tiga kakak kandung korban, termasuk ibu korban, juga pernah ia cabuli. Total korban lima orang.

Peristiwa dengan modus sama tersebut berlangsung lebih lama.

Menurut Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela, pelaku tidak memiliki kemampuan mengobati. “Sebenarnya tersangka tidak memiliki kemampuan menyembuhkan penyakit,” kata Leonard.

Terkait keterangan pelaku dalam pemeriksaan, kata Leonard mengatakan masih akan melakukan pendalaman perkara. “Kita masih akan melakukan pengembangan,” kata Leonard.

Dalam kasus asusila ini pelaku di jerat dengan pasal berlapis, yakni pasal 81 UU No 17 Tahun 2016 tentang perlindungan anak dan pasal penipuan yang bersangkutan terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara. (TIM).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed