oleh

Polemik BPNT Desa Tagangser Laok Belum Usai, Komisi IV DPRD Pamekasan Ambil Sikap

PAMEKASAN, faamnews.com – Soal polemik Bantuan Pemerintah Non Tunai (BPNT) di Desa Tagangser Laok Kecamatan Waru Kabupaten Pamekasan yang diduga dikendalikan oleh Kepala Desa setempat hingga kini tak kunjung usai, Senin (30/08/2021)

Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Mohammad Sahur saat ditemui di ruang kerjanya menyatakan, pihaknya akan segera memanggil pihak yang terlibat, baik Dinas Sosial atau BNI

Dikatakan Sahur, jika fakta lapangan demikian, maka jelas itu menyalahi aturan, meski Politisi Partai berlambang Ka’bah itu enggan membeberkan lebih rinci soal polemik tersebut namun pihaknya berjanji akan mendalami dan mencari tahu informasi dan fakta yang sebenarnya

“Polemik itu sudah sampai pada kami, nanti kita dalami dan segera kami panggil pihak terkait,” tegasnya

Berdasarkan pengakuan salah seorang agen di desa tersebut bahwa dua agen penyalur BPNT binaan Bank BNI di Desa Tagangser Laok diduga dikendalikan oleh kades setempat.

“Setiap bulan pak kades yang mengirim sembako ke agen untuk di salurkan ke KPM, jadi apa yang telah dikirim ke sini, kami salurkan,” Akuinya

Selain itu dalam penyaluran tersebut Keluarga Penerima Manfaat (KPM) juga dirugikan. Pasalnya dari jumlah nominal Rp. 200.000,00,- yang ada di tabungan, KPM hanya mendapatkan beras 15 Kg yang tidak jelas merknya dan 15 butir telur, jika dikalkulasi maka ada sisa rupiah yang diduga untuk memperkaya oknum tertentu. (Sid/Sould)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed