oleh

Petinggi POLRI diminta Untuk Bertindak Mengenai Pelayanan

BOGOR,faamnews.com – Tiada hari tanpa Pungutan Liar Calo (Pungli). Itulah kira – kira nama yang pantas diberikan kepada Satuan Penyelenggara Administrasi menunggal satu atap Perpajakan kendaraan di Wilayah yang sangat Luas (Samsat) Kab.Bogor.

Peraturan Pemerintah nomor 60 tahun 2016 telah menetapkan tentang penyesuaian tarif dari Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku di Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Informasi yang diperoleh Tim Jum’at (05/02), Diduga biaya Perpanjangan pajak kendaraan di Samsat ini diduga dibandrol melebihi PNBP.

Para calo menyasar orang-orang yang terlihat putus asa saat mengurus pembayaran pajak atau cek fisik kendaraan. Tak tanggung-tanggung, calo tersebut mematok harga hingga Rp 200 ribu untuk kepengurusan cek fisik saja.

Penampilan dari Calo di Samsat ini sebenarnya sangat mudah dikenali. Mereka biasanya membawa tas berukuran besar yang berisi map atau dokumen-dokumen. Saat pemilik kendaraan akan parkir atau akan memasuki Kantor Samsat, biasanya mereka langsung menawarkan jasanya dengan terang-terangan.

“Bayar pajak tah mas?… Ganti Plat mas…? sini saya bantu murah saja mas,” biasanya kalimat inilah yang dipakai oleh para Calo saat menawarkan jasanya.

Kemudian, lanjut si narasumber, pria tak dikenal itu menawarkan jasa untuk mengurus perpanjangan STNK-nya. Ia pun tercengang ketika pria tersebut menyampaikan hanya butuh 15 menit untuk perpanjangan STNK. Bahkan tanpa mengantri.

Tentu saja dengan proses yang cepat, biayanya pun cukup tinggi. Untuk biaya cek fisik dipatok dengan harga Rp 230 ribu, pajak kendaraan roda empat tembak KTP/SIUP dan denda Rp 825 ribu, dan ongkos jalan Rp 100 ribu.

Selain biaya pembayaran pajak, narasumber juga diminta biaya formulir Rp125.000 dan jika ingin pengurusan Biaya Mutasi sebesar Rp950.000. Narasumber lalu menyerahkan dana yang disebutkan untuk mengurus keperluannya tersebut dan menyerahkannya kepada orang yang diduga sebagai calo tersebut. Kemudian narasumber diberikan kuitansi berupa lembaran kuitansi panjang dengan tulisan tangan.

Melihat lembaran kuitansi yang diberikan ini, narasumber jadi sedikit curiga. Lantas pemilik kendaraan ini langsung masuk kedalam dan menanyakan secara langsung biaya untuk mutasi kendaraan kepada petugas Samsat. Terkejutlah si narasumber, saat tau biaya Mutasi kendaraan yang sebenarnya hanyalah Rp250.000 saja.

Melihat narasumber bertanya langsung kepada petugas samsat, orang yang diduga calo tersebut langsung menghampiri narasumber dan terkesan marah. Sempat terjadi sedikit perdebatan, namun narasumber akhirnya mengalah karena memang sudah bersedia untuk di “bantu”. Meskipun awalnya dia hanya merasa iba saja mengingat ongkosnya hanya Rp20ribu. Namun ternyata ongkosnya lebih daripada itu.

Total yang harus dibayarkan oleh narasumber adalah Rp1.280.000 padahal jika diurus sendiri biayanya hanyalah Rp.200.000 saja.

“Dihimbau kepada seluruh masyarakat pemilik kendaraan untuk sedapat mungkin mengurus sendiri keperluannya di Kantor Samsat. Hindari calo atau orang yang menawarkan jasa.” pesan narasumber yang enggan namanya dipublish di depan awak media faamnews.com, Jumat 05/02/2021.

Dan juga adanya parkiran dengan tarif yang tidak masuk akal harga nya, narasumber mengeluhkan adanya dugaan pungutan liar (Pungli) di lahan kantor Samsat setempat. Pasalnya, tarif yang dibanderol oleh pengelola parkiran diatas tanah milik provinsi Jawa Barat tersebut.

“Mahal banget parkir di sini, cuma 30 menit saja masa sudah kena biaya Rp. 5000, apalagi satu jam,” ujarnya.

Ia berharap, kepada pihak terkait untuk menertibkan parkiran yang berada di atas tanah milik kantor pelayanan publik bagi masyarakat tersebut. (Rico)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed