oleh

Perjuangkan Hak Guru Sertifikasi, FAMAS dan KOMAD Datangi Komisi IV DPRD Pamekasan

Pamekasan, faamnews.com – Front Aksi Masa (FAMAS) bersama Komunitas Monitoring dan Advokasi (KOMAD) gelar audiensi dengan komisi IV yang melibatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di ruang komisi IV DPRD kabupaten Pamekasan Jawa Timur pada, Jum’at (22/01/2021)

Kedatangan FAMAS ke komisi IV klarifikasi adanya dugaan pemotongan  yang dilakukan dinas yakni Disdikbud kabupaten Pamekasan kepada guru.

Ketua FAMAS Abdus salam marhen menduga terjadinya potongan Tunjangan Profesi Guru (TPG sertifikasi) dan Tunjangan Perbaikan Pendapatan (TPP non sertifikasi) dilakukan oleh Disdikbud kabupaten Pamekasan.

“Istilah pemotongan itu merupakan statmen dari mantan kasubbag Disdikbud Kusnadi yang di sampaikan kepada salah satu guru yang mengadu ke saya”.

Abdussalam menyampaikan Adanya pemotongan tunjangan tambahan penghasilan kepada guru merupakan misnya komunikasi dari Korwil kabupaten Pamekasan kepada seluruh guru yang mendapat TPP dan TPD.

“Sudah jelas di peraturan Bupati nomor 900/2798/432.301/2020 yang isinya Disdikbud mempunyai hutang sebesar Tiga pulu lima milyar lebih, kepada guru untuk tambahan penghasilan guru (Tamsil). “

Kepala Dinas Pendidikan Ahmad Zaini menyampaikan pihaknya sudah mengirimkan surat kepada kementerian pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia untuk segera melakukan pencarian anggaran sebesar Tiga pulu lima milyar lebih.

“Namun, balasan surat kementerian pendidikan dan kebudayaan republik Indonesia dengan nomor 6795/B1/DR/2020 terdapat dua poin.
Pertama, belum dapat diakomodir dikarenakan tidak tersidianya cadangan dana anggaran yang berdasarkan peraturan menteri keuangan republik Indonesia nomor 35/PMK.07/2020. Kedua, kurang bayarnya guru tahun 2020 sebesar tiga puluh lima milyar akan dapat dibayar pada tahun 2021.”

Ahmad Zaini menyampaikan hari Senin pihaknya akan mengumpulkan seluruh Korwil kabupaten Pamekasan untuk mengklarifikasi dan memvalidasi.

Sambung ketua komunitas monitoring dan advokasi (KOMAD) menegaskas sebelum mengakhiri audiensi nya menegaskan bahwa apabila indikasi dugaan pemotongan ini betul betul terjadi sesuai pengaduan dari salahsatu guru ke kami, maka kami akan laporkan kepihak penegak hukum, serta kembalikan hak hak guru selain itu mereka (disdik) wajib minta maaf kepada publik secara terbuka, kita lihat pasca hari senin besok,
Tutupnya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed