oleh

Pengancaman Terhadap Jurnalis Kini Kembali Terjadi,terkait penyalagunaan BBM atau Kencingan

Pasuruan, Faamnews.com | Profesi seorang Jurnalis sangat beresiko tinggi, tak jarang oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab terkadang mengintimidasi atau mengancam keselamatan seorang Jurnalis karena sebuah tulisan yang membongkar praktik -praktik yang di duga melanggar UU. Kali ini seorang jurnalis di media Online mendapat pengancaman yang di sinyalir dilakukan seseorang pengusaha BBM ilegal atau kencingan,inisial (Y),Melaui Pesan Singkat Terhadap seorang jurnalis media online,inisial BJ. Minggu (07/02/2021)

Pasalnya, (Y), Sang Bos Kencingan tangki merah putih yang biasa beraktifitas diwilayah Hukum Polres Pasuruan, tepatnya di daerah Kecamatan Gempol, Diduga Melalukan Intimidasi Pengancaman Terhadap seorang jurnalis media online (BJ) Melaui Pesan Singkat (Whatshapp).

BJ mengatakan, Pada malam itu saat dirinya lagi santai di rumahnya tiba-tiba ada pesan singkat masuk ke handphone miliknya melalui aplikasi whatsapp dengan nada ancaman yang bertuliskan, “AKU ERO DALANGE KABEH AWAKMU MAL, KOEN OJOK ENAK-ENAK,” (Aku tau kamu semua mal dalangnya, kamu jangan enak-enak), itu bahasa yang di lontarkan melalui pesan singkatnya,” ucap BJ terhadap saya,”ujarnya.

“Aku tau kamu semua dalang dari pemberitaan yang marak di media Mal, saya merasa di intimidasi dengan pesan singkat tersebut karena saya juga ikut memberitakan ada kecingan BBM itu.

BJ menambahkan terlebih (Y) Adalah Seorang Oknum Pemain Kencingan tangki Merah Putih. Seharusnya Para pemain Kencingan Atau (Nyolong) bisa membedakan mana wartawan dan mana Masyarakat,” ucap Bj lewat keterangan tertulis,

UU tentang Migas pasal 53 hurus c setiap orang yang melakukan penyimpanan sebagai di maksut dalam pasal 23 tanpa izin usaha penyimpanan di pidana dengan pidana penjara paling lama (3 )tahun dan denda paling banyak 30.000.000.000.00 (Tiga Puluh Milyar Rupiah). Disini sudah jelas kesalahnnya fatal.

Masih menurut BJ wartawan tidak boleh mengalami intimidasi dan kekerasan saat peliputan atau pada saat ada temuan di lapangan.Sebab wartawan dilindungi undang-undang.

“Wartawan dilindungi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Maka, kekerasan kepada wartawan sangat disayangkan,”kata BJ terhadap rekan wartawannya.

“Bersambung, Bahar jamal

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed