Menu
Mengungkap Fakta, Mengawal Aspirasi

Pengurus Harian DPP FAAM Komentari Dugaan Kejahatan Lingkungan Hidup Dan Mendesak APH Lakukan Penertiban 

Total views : 203
  • Bagikan

SURABAYA, faamnews.com – Pengurus Harian Dewan Pengurus Pusat Forum Aspirasi dan Advokasi Masyarakat Mengomentari dugaan adanya kejahatan lingkungan yang berpotensi merusak ekosistem kota Surabaya. Surabaya (03/12/2023).

Komentar itu menyusul banyaknya temuan pelaku usaha potong ayam yang  tersebar di beberapa titik di kota Surabaya tidak melakukan pengelolaan limbah hasil dari proses potong ayam.

Seperti yang terjadi di  area wisata kempark Surabaya Kelurahan Sukolilo Baru Kecamatan Bulak yang hingga saat ini belum diketahui pemiliknya.pelaku diduga telah melakukan  pencemaran lingkungan hidup  karena usahanya hanya mementingkan keuntungan pribadi  saja, tanpa melakukan pengelolaan limbah hasil dari pekerjaannya.

Dari pantauan media ini saat investigasi dilapangan, pelaku tidak mengelola limbah hasil proses pemotongan ayam dan tidak ada instalasi pengolahan air limbah.  air kotor yang tercampur zat berbahaya bulu ayam serta kotorannya langsung dibuang ke laut,  sehingga dimungkinkan merusak ekosistem kota Surabaya dalam waktu tertentu. Mirisnya ini dilakukan diarea wisata yang notabene keindahan dan kebersihan dalam menjaga estetika pesisir pantai kota Surabaya.

Tentu kegiatan ini sangat bertentangan dengan pasal 103 pasal 104 Jo pasal 60  undang undang Nomer 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup , sebagaimana telah diubah dengan undang-undang nomer 11 tahun 2020 tentang  cipta kerja sebagaimana telah diubah dengan peraturan pemerintah pengganti undang-undang nomor 11 tahun 2020 tentang cipta kerja yang berbunyi:

” Setiap orang yang menghasilkan limbah B3 dan tidak melakukan pengelolaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling sedikit Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).

Pasal 104 “Setiap orang yang melakukan dumping limbah dan /atau bahan ke media lingkungan hidup tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).

Oleh Sebab Itu pengurus harian DPP LSM FAAM akan melakukan upaya hukum bila pelaku tidak kunjung melakukan pengelolaan dengan baik sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

 

” Kita akan lakukan upaya hukum , bersurat ke Dinas lingkungan hidup kota Surabaya, melaporkan ke Ditreskrimsus Polda Jatim Subdit Tipidter, Namun sebelum melangkah jauh kesana kita kasih peringatan dulu , karena kita juga mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi UMKM di kota pahlawan ini “. Tutup Bung Zain Selaku Ketua Harian DPP FAAM.

( Anang Takim )

banner 325x300
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.