Menu
Mengungkap Fakta, Mengawal Aspirasi

Pemilik Kendaraan Penyalahgunaan BBM Masih Lidik, Diduga milik Anggota Sebuah Organisasi

Total views : 634
  • Bagikan

PASURUAN, faamnews.com- Penangkapan/pengamanan sebuah kendaraan jenis minibus yang diduga kuat sebagai sindikat penyalahgunaan BBM subsidi yang dilakukan Satreskrim Polres Pasuruan melalui unit Tipidter masih menjadi tanda tanya besar dan jadi sorotan publik.

Hal tersebut mencuat lantaran masih simpang siurnya pemilik kendaraan yang diamankan jajaran unit Tipidter beberapa waktu lalu tersebut.

Informasi yang dihimpun awak media bahwasanya hingga saat ini jajaran unit Tipidter Polres Pasuruan masih melakukan proses lidik dalam perkara tersebut.

Sementara itu, Informasi yang beredar bahwasanya kendaraan tersebut milik salah satu anggota organisasi/perkumpulan atas nama Perkumpulan Seduluran Kios Bensin Nongkojajar (PSKBN) yang diduga kuat dibawah naungan sebuah LSM/Lembaga AGTIB yang ada di Pasuruan.

Diketahui pula bahwasanya perkumpulan tersebut sudah terbitkan Kartu Tanda Anggota (KTA) bagi seluruh anggota yang ikut bergabung serta nampak loga gambar sebuah LSM/Lembaga AGTIB terpampang dalam KTA itu sendiri.

Sementara itu, Ketua LSM AGTIB Arifin saat dikonfirmasi awak media tidak membantah serta membenarkan bahwasanya kendaraan yang diamankan adalah milik anggota Perkumpulan Seduluran Kios Bensin Nongkojajar (PSKBN) serta menjelaskan juga bahwa dirinya bukan ketua organisasi/perkumpulan tersebut.

“Saya di Perkumpulan Seduluran Kios Bensin Nongkojajar (PSKBN) sebagai pengamat, memang dia masuk di perkumpulan itu. Tapi sudah saya ingatkan agar tidak pakai mobil (R4),” papar Arifin.

Disinggung perihal adanya setoran/iuran setiap bulannya bagi anggota Perkumpulan Seduluran Kios Bensin Nongkojajar (PSKBN), Arifin membantah hal tersebut.

“Tidak ada hal tersebut, itu hanya wacana. Wacana kalau ada anggota perkumpulan yang sakit,” ujarnya.

Seperti di ketahui, bahwasanya Jajaran Satreskrim Polres Pasuruan malaui unit Tipidter telah mengamankan kendaraan yang diduga kuat sebagai penyalahgunaan BBM subsidi.

Kanit Tipidter Vani Badra Sadewa saat dikonfirmasi awak media membenarkan hal tersebut “Iya benar, masih proses lidik,” ujarnya. (por/red)

banner 325x300
Penulis: Por/red
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.