Pasar Purwosari Terindikasi “Tidak Sehat”, Diduga Mafia Jual Beli Stan/Bedak Tumbuh Subur

Total views : 238
  • Bagikan

PASURUAN, faamnews.com – Aktifitas pasar Purwosari yang setiap harinya ramai oleh kegiatan jual beli para pedagang menunjukkan ekonomi yang berkembang pesat diwilayah tersebut.

Dengan ramainya kegiatan jual beli, itu menunjukkan bahwasanya perekonomian masyarakat sekitar mulai terkerek naik setelah dihantam badai pademi covid-19 selama 2 tahun belakangan ini.

Akan tetapi hal tersebut banyak dimanfaatkan oleh beberapa oknum mafia dalam menjalankan aksinya demi meraup keuntungan pribadi ataupun golongan.

Hal itu terungkap setelah adanya dugaan jual beli lapak stan/bedak di pasar Purwosari Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan yang mencapai hingga puluhan juta rupiah.

Adanya dugaan jual beli stan/bedak di pasar Purwosari menunjukkan lemahnya kontrol yang dilakukan oleh pihak terkait dalam hal ini Disperindag selaku dinas yang menaunginya.

Dari informasi adanya praktek jual beli di pasar Purwosari tersebut awak media kroscek lokasi untuk melakukan investigasi adanya dugaan jual beli stan/bedak tersebut.

Menurut salah satu pemilik stan/bedak yang enggan disebutkan namanya pada Hari Senin ( 20/06/22) menyampaikan bahwasanya bukan rahasia umum lagi kalau ada jual beli stan/bedak di pasar Purwosari ini.

“Kegiatan jual beli bedak/stan sudah lama terjadi, dan hingga saat ini tidak ada tindakan atau langkah yang konkret dari intansi terkait masalah tersebut,” ujarnya.

“Banyak tempat yang semestinya tidak boleh ditempati (bukan stan/bedak) juga diperjualbelikan oleh beberapa oknum demi keuntungan pribadi ataupun golongan,” lanjut salah satu pedagang tersebut.

Dari pantauan awak media diketahui pula bahwa ada salah satu tempat yang seharusnya tidak boleh ditempati untuk berjualan, ternyata sudah dibeli oleh sang pedagang sebesar puluhan juta rupiah.

“Saya tidak kontrak di stan ini mas, melainkan saya beli. Kalau kontrak buat apa saya renovasi,” ujarnya.

“Saya belinya ke kepala pasar, terus bayarnya ke pimpinan kepala pasar dengan harga 11 jutaan lebih lah….saya lupa pastinya,” papar salah satu pedagang pasar tersebut.

Dikesempatan yang lain, kepala pasar Purwosari Sugeng saat dikonfirmasi awak media melalui aplikasi WhatsApp pada Hari Selasa (21/06/22) menyampaikan bahwasanya dugaan jual beli tersebut tidak ada.

“Untuk jual beli stand tidak ada mas, untuk pedagang yang tidak berjualan selama 3 bulan berturut turut kita berikan tindakan surat peringatan dan teguran.”

“Setelah itu ada surat penyerahan aset dari pedagang kepada pihak pasar dalam hal ini mewakili pemerintah daerah dan dialihkan kepada pedagang yang tidak mempunyai tempat berjualan dan sanggup membayar retribusi sesuai dengan ukuran dan jenis jualannya,” ujar Sugeng.

Sementara itu, Kadis Disperindag Kabupaten Pasuruan Diano Vela F. S saat dikonfirmasi awak media dihari yang sama menyampaikan bahwa instansinya akan segera cek informasi tersebut.

“Bedak adalah asset pemda dan hak yg menempati adalah hak sewa, apabila ada pemindahan hak sewa harus dilaporkan ke Dinas melaui UPT Pasar,” ujar Diano.

“Ada pergubnya saya tidak ingat, biasanya plus beresi tunggakannya…ini PR yg kmrn jadi temuan, akan kami kroscek dan lebih jelas konfirmasi ke pengelola pasar,” pungkas Kadis Disperindag Diano Vela. (por)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.