Menu
Mengungkap Fakta, Mengawal Aspirasi

Pak Dhe Juga Menjabat Sebagai Parangkat Desa Diduga Lakukan Pelecehan Sexual Kepada Keponakan Yang Masih Kelas 3 SMP.

Total views : 351
  • Bagikan

Tulungagung,- FaamNews.com

Prilaku peristiwa memalukan Pak Dhe juga menjabat sebagai perangkat desa Gesikan Kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung. Seorang perangkat desa bernama PR di duga telah mencoba melakukan tindakan yang tidak senonoh terhadap keponakannya yang masih duduk di kelas 3 SMP.. Dan akibat dari kejadian tersebut telah menyebabkan keponakannya yang bernama F mengalami depresi berat.

F gadis yang baru menginjak remaja pada saat di konfirmasi di rumahnya mengaku kepada media ini sangat tidak peraya ” Kok bisa pak Poh saya sendiri tega begini sama saya ” ungkapnya. Dengan nada penuh rasa takut, trauma, dan rasa benci F menceritakan kronologi bagaimana aksi sang pak Poh atau pakdhenya itu mencoba untuk melakukan perbuatan tidak senonoh kepada dirinya.

Tindakan PR tersebut sangat membuat F depresi berat bahkan F mengaku kepada media ini sempat mengurung diri di rumahnya dan tidak mau masuk sekolah selama 2 hari, hal tersebut juga di sampaikan oleh ibu F pada saat di konfirmasi di rumahnya pada Senin, (27/11/23). Bahkan ibunya F juga mengaku pernah mau di lecehkan oleh PR untungnya bisa melawan dengan keras. ” Pada saat itu saya melawan dengan keras sehingga hal itu tidak sampai terjadi,” ungkapnya.

Selanjutnya awak media mendatangi Pak Nurhadi Kepala Desa Gesikan untuk di mintai keterangan terkait dengan pengakuan F anak kelas 3 SMP yang hampir menjadi korban seorang perangkat desa yang bernama PR dan tidak lain adalah pakde dari F, pak kades tidak percaya begitu saja kepada awak media meskipun sebenarnya sudah mengetahui terkait adanya desas-desus kasus tersebut. Hingga awak media meminta pak kades untuk mendengarkan secara langsung hasil rekaman pengakuan F kepada media ini. Dan setelah mendengarkan rekaman tersebut pak kades pun akhirnya angkat bicara ” Sebenarnya banyak yang mengadu terkait kelakuan PR itu, dan memang banyak warga yang tidak suka kepada dia,,” ungkapnya pada saat di konfirmasi di rumahnya Senin, (27/11/23).

Untuk mengetahui lebih lanjut Media ini meminta kepala desa agar dipertemukan dengan PR untuk di mintai keterangan lebih jelas. Pak kades pun sepakat mempertemukan awak media di kantor desa dengan PR. Namun pada saat di konfirmasi PR mengelak atas tuduhan tersebut ” Saya tidak mendorongnya, saya tidak memperlihatkan filem porno ” jawab PR dengan nada gugup. Selasa, (28/11/23)

Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi kita semua bahwa peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam mengawasi serta melindungi anak-anak sangatlah penting. Semua orang dewasa memiliki tanggung jawab moral untuk melindungi mereka dari bahaya dan memastikan bahwa hak-hak mereka dihormati.

Kita berharap kasus seperti ini dapat ditangani dengan serius oleh pihak berwenang agar hukum dapat ditegakkan dan korban mendapatkan perlindungan serta pemulihan yang layak. ( IW/Team )

banner 325x300
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.