oleh

Oknum Kasun Desa Kepulungan Gempol Diduga Lakukan Pungli Kepengurusan KIA

PASURUAN, faamnews.com-Praktek adanya dugaan pungli yang menyasar masyarakat untuk kepengurusan berkas ataupun sesuatu seakan sudah menjadi tradisi dan tiada hentinya.

Yang terbaru terjadi dugaan adanya pungli oleh oknum salah satu Kasun di Salah satu Dusun di Desa Kepulungan Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan kembali mencuat dan menjadi buah bibir serta sorotan banyak kalangan masyarakat umum.

Dugaan adanya pungli yang dilakukan oleh salah satu oknum Kasun tersebut diketahui lantaran sang Kasun meminta biaya sebesar 70ribu untuk kepengurusan Kartu Identitas Anak (KIA) kepada masyarakat yang menjadi pemohon.

Perlu diketahui bahwasanya semua dokumen kependudukan berdasarkan UU nomor 24 tahun 2013 semuanya itu gratis jadi tidak dipungut biaya apa pun, dan KIA itu termasuk dalam administrasi kependudukan dan dalam UU nomor 24 tahun 2013 layanan dokumen kependudukan dan sipil itu tidak dipungut biaya apa pun.

Dugaan pungli yang di lakukan oleh Kasun yang bernama Hiza tersebut diperkuat adanya pengumuman di salah satu WAG yang menyampaikan bahwasanya KIA sudah jadi dan biayanya sebesar 70rb per KIA.

“Wes dadi KTP anake, per KIA kenek 70ribu jon warahno wong-wong (sudah jadi KTP anaknya, setiap KIA kena biaya sebesar 70rb dan bilang sama orang-orang),” kutip penyampaian Kasun Hiza dalam WAG.

Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya pada Hari Rabu (15/09/21) menyampaikan bahwasanya tidak ada pengumuman bahwasanya KIA itu dikenakan biaya, ujuk-ujuk setelah jadi kok dimintai biaya sebesar itu,” ujarnya.

“Kondisi ekonomi lagi susah seperti ini, kok tega-teganya Kasun Hiza memanfaatkan masyarakatnya dengan meminta biaya 70rb untuk KIA itu sendiri,” geram warga tersebut.

Kasun Hiza saat dikonfirmasi pada Hari Jumat (17/09/21) tidak menampik dan mengakui hal tersebut, bahwasanya dirinya meminta biaya sebesar 70rb untuk KIA itu sendiri.

” Iya benar bahwasanya saya meminta biaya sebesar 70rb per KIA, itu saya lakukan karena saya repot tidak bisa mengurus sendiri ke capil dan pada akhirnya saya minta bantuan calo atas nama Rudi warga kejapanan,” ujar Hiza.

“saya juga kaget saat dimintai biaya oleh Rudi untuk mengurus KIA tersebut, dan akhirnya saya umumkan lewat WAG bahwasanya biaya per KIA sebesar 70rb,” imbuh Kasun Hiza.

Sementara itu, Kades Kepulungan Didik saat dikonfirmasi pada Hari Sabtu (18/09/21) mengaku tidak mengetahui masalah itu, dan baru tahu setelah dikonfirmasi awak media.

“jikalau benar terjadi dugaan pungli tersebut dirinyalah sangat menyayangkan adanya dugaan pungli itu, karena dirinya sudah mewanti-wanti kepada semua staf/perangkat Desanya untuk tidak menarik biaya sepeserpun kepada masyarakat dengan dalih apapun,” pungkas Kades Didik.

(por)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed