oleh

Ngawur, Baru Seumur Jagung Proyek Pengaspalan di Desa Palesanggar Sudah Rusak, Warga Kecewa

PAMEKASAN, faamnews.com – Proyek pengaspalan di Dusun Kemuning Tengah, Desa Palesanggar, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, di duga di kerjakan ngawur dan asal asalan sehingga dikeluhkan warga setempat, Kamis, (21/01/2021)

Pasalnya, jalan tersebut belum di makadam tiba-tiba dilakukan pengaspalan

Tampak di bagian dasar tidak menggunakan batu ukuran besar, namun langsung batu kerikil ukuran kecil

Salah seorang warga sekitar kepada media ini mengatakan, bahwa kondisi jalan di daerahnya tergolong labil, seharusnya sebelum dilakukan pengaspalan harus di makadam terlebih dahulu

“Ini belum di makadam pak tahu-tahu langsung di aspal, kan jalannya di sini labil, ini saya jamin tidak lama lagi rusak,” Ujar bapak empat orang anak ini, Kamis, (21/01/2021)

“Ini nih coba lihat, sudah mengelupas kan, dan coba lihat yang ini lagi, sudah terbelah, padahal baru selesai ini, silahkan foto pak” Imbuhnya menunjukkan titik pengaspalan yang rusak

Foto: Titik Rusaknya Pengaspalan Lantaran Kwalitas Pekerjaan yang Buruk

Pekerjaan pengaspalan juga di duga banyak penyimpangan dan mudah rusak atau mengelupas lantaran kurangnya pemadatan serta campuran aspal yang kurang dan tidak sesuai dengan Juknis Lapis Penetrasi (Lapen).

“Mungkin aspal sangat tipis dan material lainnya banyak yang dikurangi sehingga kwalitas jalan tersebut diragukan, kami sebagai masyarakat pengguna manfaat jalan tersebut merasa sangat kecewa,” Kesalnya

Disoal perihal pekerjaan tersebut, Kepala Dusun Kemuning Tengah Moh. Ali mengaku tidak tahu menahu, pihaknya memastikan bahwa pekerjaan abal-abal tersebut bukan milik Kepala Desa Palesanggar

“Tidak tahu saya, tapi jelas ini bukan punya klebun, ini kepunyaan orang luar, sayapun juga tidak tahu,” Akuinya

Saat pekerjaan berlangsung, masyarakat tidak tahu asal muasal pekerjaan tersebut lantaran tidak adanya papan informasi di sekitar lokasi

“Seandainya ada papan informasi kan saya tinggal jawab pak, ini tidak ada, dari mana kita akan tahu wong papannya itu tidak ada,” ketusnya

Hal ini jelas melabrak aturan sebagaimana termaktub dalam UU RI no 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan Informasi Publik

Sementara itu Kepala Desa Palesanggar saat hendak di konfirmasi sedang tidak ada di kediaman, di hubungi via telepon seluler juga tidak di respon. (Syaf)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed