oleh

Nekat Gelar Orkes Dangdut Ditengah PPKM Darurat Dua Oknum Penyelenggara Dipolisikan

SAMPANG,faamnews.com – masih saja ada warga yang nekat menyelenggarakan kegiatan yang mengancam kesehatan orang banyak. disaat pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat berjuang untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Corona 19 dengan membatasi aktivitas malah menggelar orkes dangdut yang menimbulkan kerumunan warga.

Melihat aksi ini Lembaga Swadaya Masyarakat Forum Aspirasi Dan Advokasi Masyarakat ( LSM FAAM ) langsung mendatangi Mapolres Sampang ( 23/07/2021 ) sekira jam 11 : 00 WIB. untuk melaporkan oknum penyelenggara orkes dangdut.

Diketahui ada dua laporan yang sedang diproses oleh Polres Sampang terkait oknum penyelenggara orkes dangdut yang diduga melanggar Undang Undang Karantina Kesehatan dan Undang Undang Tentang Wabah Penyakit Menular, yakni Desa Taddan Kecamatan Camplong dan Desa Pajeruan Kecamatan Kedungdung.

” bahwa dua laporan sedang berjalan di Polres Sampang di dua Desa yakni Desa Taddan Kecamatan Camplong dan Desa Pajeruan Kecamatan Kedungdung. Dua oknum warga tersebut sudah melanggar Undang Undang Karantina Kesehatan dan Undang Undang Tentang Wabah Penyakit Menular “. jelas Moh Taufik, S.I.Kom., S.H.M.H., Praktisi Hukum dan pembina LSM FAAM dibalik telfon seluler saat dikonfirmasi oleh media faamnews.com

Beliau juga menambahkan dalam pernyataannya ” Saya mendesak polisi segera memproses laporan tersebut dan menetapkan tersangka, karena ini sudah dua kali berulang sebelumnya
di Desa Taddan laporan juga masih berjalan dan sekarang di Desa Pajeruan Kedungdung menyelenggaran Orkes di masa penerapan PPKM Darurat”.
tambahnya, Sabtu  (24/7/2021).

Menurutnya, dulu Habib Riziq hanya menyelenggarakan maulid nabi waktu PSBB di penjara, bahkan sudah membayar denda 50 juta. Sekarang saat PPKM Darurat Penyelenggara orkes hanya di denda sebesar Rp. 1 juta sampai 2,5 juta.

“Ini sangat terbukti ada tindak pidana menghasut orang untuk datang dengan menyelenggarakan orkes dan menyebarkan undangan melabrak aturan,” tegasnya.

“Saya berharap hukum di indonesia disaat pandemi Covid – 19 dan penerapan PPKM seperti ini tidak hanyak berlaku untuk menkriminalisasi Ulama maupun habaib dan Semoga oknum tindak pidana segera di proses,” pungkasnya.

AKP Sudaryanto Kasatreskrim Polres Sampang dalam jumpa persnya dengan media faamnews.com di ruangannya mengatakan akan segera menindaklanjuti ke dua laporan tersebut meskipun sudah diadili secara TIPIRING oleh PPNS Sampang.

” baik mas saya akan segera menindaklanjuti kedua laporan ini meskipun sudah diadili secara TIPIRING oleh PPNS ” Tutupnya.

( Mail )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed