oleh

Negara Dirugikan Milliaran Rupiah Akibat Aset Jalan KH Ramli Beralih Fungsi 

Makassar, Faamnews.Com – – –  Pascakebakaran hebat melanda pusat perbelanjaan tradisional pasar sentral, Pemkot Makassar telah membenahi jalan di sekitarnya.

Hanya saja, tetika ada bangunan berdiri kokoh diduga menempati jalanan. Tepatnya di atas Jalan KH Ramli, Kecamatan Wajo.

Hasil penelusuran media ini, bangunan itu merupakan tempat usaha. Jualan kain Namanya Bandung Gorden.

Siapa yang bertanggungjawab?

Informasi yang dihimpun, semua perangkat daerah terkait harus bertanggungjawab. Seperti Dinas Penataan Ruang, Kecamatan Wajo, Kelurahan Pattunuang dan Dinas Pekerjaan Umum (PU). Juga BPKA, sebab jalan itu merupakan aset daerah.

Setelah di komfirmasi Plt Kadis PU melalui kepala bidang jalan dan jembatan Tajuddin Beddu membenarkan bahwa bangunan yang ada di atas badan jalan KH Ramli tersebut memang benar aset jalan milik Pemkot hal itu dikuatkan dengan adanya pengaspalan jalan pada waktu itu belum lagi pihak pemerintah melalui PLN telah memasang tiang listrik yang berada di pinggir jalan, kata Tajuddin Beddu ke media belum lama ini

Hingga diberitakan beberapa kali oleh media online bangunan Bandung Gorden tersebut masih berdiri kokoh dan belum juga mendapatkan tindakan dari pihak pemerintah kota makassar.

Tak hanya disitu media ini mencoba menelusuri beberapa aset jalan yang bersampingan dengan toko Bandung Gorden ternyata telah di persewakan oleh oknum pedagang yang mana sewanya bervariasi 10 juta hingga 20 jutaan sehingga jika di hitung didalam pertahunnya negara dirugikan hingga milliaran oleh oknum pedagang tersebut.

Terpisah, Kapolres Pelabuhan, AKBP Muhammad Kadarislam saat di komfirmasi melalui sambungan whatsaapnya menuliskan, Iye pak Randi, masih nunggu balasan dr bpn utk penghitungan luas aset fasum sebagai kerugian negara, setelah itu diekspose di bpkp baru kita dan sdh ditahu berapa kerugian negaranya baru dinaikkan sidik, tulisan chat Kapolres Pelabuhan

Tak hanya sampai disitu tim media ini pun menelusuri hingga ke pihak Pertanahan ingin mengetahui jumlah kerugian negara yang ada di badan jalan KH Ramli tersebut.

Begitupula saat ingin di konfirmasi Plt Kadis Pertanahan Ahmad Nansum melalui telpon WhatsAppnya belum bisa memberikan tanggapan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed