oleh

Nasib Keberadaan Musholla BABUSSALAM Terkait Status Lahan Tanah, Terancam Musnah.  

SURABAYA. Faamnews | Sebuah Musholla yang terletak di jalan  Sulung Surabaya yang berdiri puluhan tahun dengan dibangun swadaya warga, kini hendak akan dihebohkan oleh pihak pengembang, terkait lahan yang selama ini masih saling kleim baik pengembang maupun maupun PT. KAI (Senin 05/04/2021)

Apalagi dengan munculnya surat sertipikat Hak Pengelolaan no 73  kelurahan Aloon-aloon Contong Kota Surabaya dengan daftar kantor pertanahan kota Surabaya no.3319/2009 dengan munculnya surat tersebut diduga kuat, ada kepentingan pihak tertentu untuk menmanfaatkan lahan tanah tersebut

Hal inipun perlu di pertanyakan dan perlu diuji dipengadilan negri surabaya, seperti yang di ungkapkan salah satu warga yang enggan namanya dipublikasikan

Ket.foto Musholla BABUSSALAM Di jalan Sulung Surabaya terancam hilang

Padahal menurut keterangan warga setempat bahwa Musholla tersebut berdiri berpuluh-puluh tahun yaitu kurang lebih hampir 100 tahun dan justru hal ini membuat warga setempat meragukan dengan munculnya surat sertifikat tersebut

Warga setempat akan mempertahankan keberadaan Musholla BABUSSALAM dimana tempat tersebut merupakan tempat peribadatan umat islam yang selama ini masih digunakan untuk sebagai tempat ibadah baik warga setempat maupun pekerja sekitar Musholla BABUSSALAM

Namun dari kedua belah pihak baik PT KAI sendiri juga ingin merobohkan bangunan Musholla tersebut

Menurut keterangan warga setempat bahwa Musholla BABUSSALAM ini dulu didirikan atas restu dari seorang Waliyulloh yang bernama Kyai Ahmad Jasuli dari Desa Sumber Kecematan Kokop, kab. Bangkalan Madura

Maka dengan itu alasan warga setempat tidak mau Musholla BABUSSALAM dirobohkan begitu saja karena merupakan suatu amanat dari seorang Ulama yang sudah lama tiada (Almarhum )

Ket.foto warga setempat diskusi, ingin mempertahankan Musholla BABUSSALAM

Seperti yang diungkapkan oleh Selamet selaku Forum Advokasi Aspirasi Masyarakat (FAAM), “Yang seharusnya Musholla ini di fasilitasi dengan baik, yaitu secara terawat dengan cara apa?? Yaitu harus di renovasi supaya apa? agar warga setempat bisa nyaman dalam melakukan ibadah apalagi menjelang puasa bukan malah mau dibongkar, ini justru melemahkan umat beragama bahwa kita hidup sebagai warga negara Indonesia ada toleransi dalam beragama

Masih lanjut Selamet, “kita jangan sampai berfikir mundur, kalau terjadi di bongkar terlalu lemah iman kita dan sangat berfikir mundur, kita harus berfikir maju kedepan, “dengan apa??.. ya harus kita upayakan agar Musholla sebagai rumah Allah itu! dibangun di perbesar. tuturnya. (Jib)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed