Menu
Mengungkap Fakta, Mengawal Aspirasi

Naas..!! Nenek Asal Purwosari Diduga Tertipu Travel Haji & Umroh Abal-Abal

Total views : 1,302
  • Bagikan

PASURUAN, faamnews.com -Nasib naas dialami oleh salah satu warga Martopuro Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan berinisial “S” yang hendak menunaikan ibadah haji.

Keinginan dan niat untuk menunaikan ibadah haji tampaknya akan sirna dan menjadi angan-angan saja lantaran dirinya diduga tertipu oleh salah satu travel perjalanan Haji & Umroh (Yayasan Pendidikan & Sosial) Nurul Badriyah yang dimiliki oleh oknum Haji yang berinisial “DH”.

Kejadian naas yang dialami korban “S” tersebut bermula saat dirinya hendak menunaikan ibadah haji setelah sebelumnya menjalankan ibadah umroh di travel yang sama (Yayasan Pendidikan & Sosial) Nurul Badriyah yang beralamat kantor di Purwosari pada saat itu.

Korban “S” menuturkan bahwa sekira tahun 2018 dirinya berangkat umroh di travel (Yayasan Pendidikan & Sosial) Nurul Badriyah yang dimiliki oleh oknum haji tersebut. Tak berselang lama, korban “S” berniat melaksanakan ibadah haji ditempat yang sama dengan mengikuti program haji plus seperti yang diarahkan travel/oknum haji tersebut agar tidak menunggu antrian haji yang begitu lama.

“Setelah umroh, saya ditawari berangkat haji. Karena saya memang ingin berangkat haji, maka saya ikut program haji plus agar segera bisa berangkat ibadah haji ke tanah suci karena antrian/jadwal haji reguler harus menunggu beberapa tahun seperti apa yang disampaikan pihak travel melalui pak haji/anaknya.”

“Setelah didaftar, saya langsung disuruh bayar biaya perjalanan haji plus tersebut senilai 175juta. Tak berselang lama, biaya perjalanan haji plus itu saya bayar secara tunai,” ujar korban “S” pada awak media.

Lebih lanjut, korban “S” juga menuturkan bahwa dirinya dijanjikan akan di berangkatkan pada tahun itu juga yakni pada tahun 2018, dan setiap kali di tanya kapan jadwal pemberangkatan mereka (travel/oknum haji berinisial “DH”) selalu disuruh menunggu dengan berbagai alasan.

“karena tidak kunjung diberangkatkan, beberapa kali saya minta uang yang sudah saya bayar untuk perjalanan haji plus tersebut dikembalikan. Hingga sekarang selalu dijanjikan dengan berbagai alasan,” imbuh korban “S”.

Bahkan pernah saat saya tagih uang tersebut, kembali saya dijanjikan akan segera diberangkatkan dengan membayar lagi uang perjalanan sebesar 75juta agar bisa berangkat ke tanah suci.

Karena sudah merasa tertipu dan tidak pernah ada itikad baik dari travel maupun oknum haji tersebut, korban “S” diketahui memberikan kuasa hukum kepada kantor hukum Aris Jayadi & Partners untuk bisa memperoses lebih lanjut.

Aris Jayadi saat dikonfirmasi awak media membenarkan bahwa dirinya menerima kuasa dari korban dugaan penipuan haji plus berinisial “S” tersebut.

“Iya benar bahwa kuasa tersebut diberikan kepada saya, untuk saat ini saya masih berusaha mengedepankan jalur mediasi/kekeluargaan agar kerugian yang dialami korban bisa dikembalikan secara utuh,” beber Aris Jayadi.

Unsur dugaan penipuannya sudah jelas, korban “S” tidak pernah diberangkatkan ke tanah suci hingga kini dan juga sudah berulangkali meminta agar uang tersebut dikembalikan dari tahun 2018-2024, selalu dijanjikan dan tidak pernah ada itikad baik dari awal.

“Apabila tidak ada itikad baik dari travel maupun terlapor (oknum haji “DH”) maka segera akan kita laporkan ke pihak berwajib secara pidana maupun perdata,” pungkas Aris Jayadi. (por/red)

banner 325x300
Penulis: Por/red
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.